BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 11 April, 2006 - Published 23:45 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
Iran 'berhasil perkaya uranium'
 
Teknisi nuklir Iran
PBB beri Iran waktu 30 hari untuk hentikan riset nuklir
Presiden Iran mengatakan, negaranya berhasil memproduksi uranium yang diperkaya yang diperlukan untuk menghasilkan bahan bakar nuklir.

Presiden Mahmoud Ahmadinejad mengatakan, Iran telah bergabung dalam jajaran negara-negara dengan "teknologi nuklir", tapi kembali bersikukuh negara itu tidak menginginkan senjata nuklir.

Teheran melanjutkan penelitian untuk memperkaya uranium bulan Februari. Bulan lalu, PBB memberi Iran 30 hari untuk menghentikan pekerjaan itu atau menghadapi sanksi.

Pengumuman Iran ini keluar menjelang kunjungan kepala badan pengawas nuklir PBB, Mohamed ElBaradei.

Negara-negara Barat khawatir Iran sedang mengembangkan senjata nuklir. Iran mengatakan, progam nulirnya untuk tujuan sipil.

Amerika menanggapi berita terbaru ini dengan menyatakan Iran "bergerak ke arah yang keliru".

'Jalur pembangkangan'

Dalam pidato yang disiarkan televisi dari Mashad, Iran barat laut, Ahmadinejad mengatakan: "Saya resmi mengumumkan Iran telah bergabung dengan jajaran negara-negara yang memiliki teknologi nuklir."

 Kami akan melanjutkan langkah kami hingga kami mencapai produksi pengayaan berskala industri
 
Mahmoud Ahmadinejad, Presiden Iran

Hadirin yang mendengar pernyataan Ahmadinejad bersukacita dan berpekik "Allahu akbar".

Ahmadinejad mendesak tim ilmuwan negaranya agar melanjutkan "pengayaan berskala industri" dan mendesak Barat agar menghargai apa yang dia sebut hak Iran untuk mendapatkan teknologi atom damai.

Dia menambahkan, "daur bahan bakar nuklir telah rampung" dengan pengayaan hari Minggu di reaktor Natanz.

Wakil presiden yang sekali kepala badan energi atom Gholam Reza Aghazadeh mengukuhkan Iran juga memprodulksi 110 ton gas uranium yang diperlukan untuk menjadi bahan proses pengayaan, dua kali jumlah yang diumumkan Iran telah diproduksi tahun lalu.

Amerika mengutuk pengumuman Iran itu.

Jurubicara Departemen Luar Negeri AS, Sean McCormack mengatakan: "Kami semestinya berharap rezim Irak akan memanfaatkan peluang ini untuk memilih jalur diplomasi bukannya jalur pembangkangan."

Kepala Badan Energi Atom Internasional, ElBaradei, diperkirakan tiba di Iran hari Rabu untuk membahas program nuklirnya.

Dia harus melapor kembali ke Dewan Keamanan akhir bulan ini.

Jika Iran tidak menghentikan program pengayaannya, dewan keamanan akan mempertimbangkan langkah berikutnya, dengan Amerika termasuk negara yang menyerukan sanksi.

Namun, seruan itu mungkin ditentang oleh Rusia dan Cina.

 
 
Iran 'capai kemajuan nuklir'
11 April, 2006 | Berita Dunia
Bush: AS tak akan serang Iran
11 April, 2006 | Berita Dunia
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy