BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 03 April, 2006 - Published 10:31 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
Thaksin bergulat raih mandat baru
 
Thaksin Shinawatra
Thaksin Shinawatra diperkirakan akan tampil di televisi
Partai Perdana Menteri Thailand menang dalam pemilihan umum hari Minggu seperti diperkirakan, tapi suara menentang dalam jumlah besar menyebabkan krisis politik di negara itu mungkin berlanjut.

Komisi pemilihan Thailand mengatakan, kartu suara yang telah dihitung cukup untuk menyatakan Partai Thaksin Shinawatra menang di bilik suara dalam pemilihan yang diboikot kubu oposisi.

Namun, diperkirakan di 31 kursi parlemen yang diperebutkan, calon gagal meraih 20 persen suara, sehingga mereka tidak berhak menjadi anggota parlemen.

Pemilihan baru diperlukan untuk mengisi kursi tersebut, dan ini bisa berarti ketegangan berlanjut.

Hari Senin, PM Thaksin mengatakan, dia akan mempertimbangkan usul "rekonsiliasi"

Menurut laporan sejumlah media Thailand, Thaksin mungkim mempertimbangkan menyerahkan kekuasaan kepada salah seorang wakilnya sebagai cara untuk meredakan ketegangan.

Kepada wartawan, Thaksin mengatakan:"Jika media memberi saya pilihan yang bisa merukunkan kembali semua pihak, saya tidak perlu menjadi perdana menteri. Namun, itu tidak berarti saya akan terus menjadi perdanana menteri, atau saya tidak akan menjadi perdana menteri."

Thaksin diharapkan memberikan wawancara televisi Senin malam.

Pukulan di Bangkok

Thaksin memeritahkan pemilihan dadakan dalam upaya untuk mengakhiri beberapa bulan ketidakstabilan soal tuduhan kubu oposisi bahwa dia korup dan menyalahgunakan kekuasaan.

PARLEMEN THAILAND
Parlemen memiliki 500 kursi
400 dipilih langsung, dan calon harus memperoleh 20 persen suara untuk bisa menjadi anggota parlemen
100 kursi lain dipilih melalui representasi proporsional. Partai harus mendapat 5 persen suara di tingkat nasional untuk berhak mendapat kursi
Ke-500 kursi harus terisi sebelum parlemen bisa terbentuk
Hanya parlemen yang terbentuk berhak memilih PM dan menyusun pemerintahan
Kursi yang tidak terisi mengharuskan pemilihan sela

Namun, partai-partai oposisi menolak untuk mengajukan calon dan di 278 dari 400 konstituensi, Partai Thaksin, Thai Rak Thai maju tanpa saingan di bilik suara.

Thaksin mengatakan, dia akan mundur jika dia tidak bisa merebut 50 persen suara.

Sang Perdana Menteri hari Senin mengatakan, dia tetap "yakin" dia akan mencapai ambang batas itu, tapi saat dia menghadiri pertemuan Thai Rak Thai dia mengisyaratkan kompromi: "Saya bersedia untuk menerima usul mengencai cara mencapai rekonsiliasi nasional."

Hasil lengkap resmi pemilu diperkirakan baru keluar Senin malam atau Selasa.

Namun, partai Thaksin dipastikan menderita kekalahan telak di Bangkok.

Kendati partainya merebut seluruh 36 kursi, partai itu tertinggal dari pilihan "abstain" dalam penghitungan suara.

Wajib mencoblos

Thaksin mengatakan: "Saya tidak ingin mengomentari jumlah 'abstain' yang besar di Bangkok. Saya tahu itu akan terjadi."

Suara abstain juga sangat kuat di banyak kawasan di bagian selatan Thailand.

Perdana Menteri Thaksin masih populer di utara dan pedesaan dan hasil awal memperlihatkan dia mencapai kemenangan mudah di sana.

Di konstituensi tempat calon gagal meraih 20 persen suara, pemilihan sela harus dilakukan.

Ini bisa menimbulkan kevakuman politik, sebab menurut konstitusi Thailand, ke-500 kursi parlemen harus terisi sebelum majelis rendah bisa bersidang.

Pengunjukrasa anti-Thaksin mengatakan mereka akan melanjutkan kampanye untuk menetang dia apa pun hasil pemilihan.

Pemilihan hari Minggu pada umumnya berlangsung damai, kendati tiga bom kecil meledak di dekan TPS di kawasan bergejolak di selatan, sehingga mencederai 5 orang.

 
 
Thailand tunggu hasil pemilu
03 April, 2006 | Berita Dunia
Pemilu Thailand di tengah krisis
02 April, 2006 | Berita Dunia
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy