BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 01 April, 2006 - Published 09:59 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
Astronot Brazil di antariksa
 
Misi Soyuz
Misi Soyuz digambarkan sebagai perjalanan angkasa rutin
Roket Soyuz Rusia yang mengangkut warga Brazil pertama ke angkasa luar telah bergabung dengan Stasiun angkasa luar internasional dua hari setelah lepas landas dari Baikonur.

Let Kol Marcos Pontes akan menghabiskan 9 hari di stasiun itu, sementara sejawatnya dari Rusia dan Amerika yang menyertainya akan tinggal selama 6 bulan.

Kol Pontes membawa bendera nasional Brazil dan kaus sepakbola -- demi membantu tim nasional negaranya berjaya di Piala Dunia, katanya.

Ayahnya, yang kini berusia 84 tahun, berada di tempat peluncuran bersama sejumlah kerabat dan temannya.

Tepuk tangan panjang terdengar di pengendali misi di Korolyov di luar Moskow ketika dipastikan Soyuz berhasil bergabung dengan stasiun internasional.

Soyuz bergandengan dengan stasiun itu pukul 0419 GMT Sabtu, 1119 WIB.

Let Kol Pontes dan sejawatnya, Kosmonot Rusia Pavel Vinogradov dan astronot Jeffrey Williams, dijadwlakan menghabiskan 90 menit untuk melakukan inspeksi keselamatan rutin sebelum meninggalkan modul peluncuran.

Impian angkasa

Jutaan warga Brazil menyaksikan peluncuran hari Kamis. Setiap langkah berhasil roket dan Let Kol Pontes akan disambut hangat di negara asalnya.

"Saya sangat terharu," kata istrinya Fatima setelah peluncuran, sementara air mata menitik dari kedua matanya. "Saya tidak bisa menjelaskan perasaan saya saat ini. Saya sangat, sangat berbahagian."

Banyak warga Brazil mengharapkan perjalanan Pontes ini menjadi suntikan semangat yang sangat diperlukan bagi program angkasa negara itu, lapor Wartawan BBC Tom Gibb dari Sao Paulo.

Misi, yang menelan anggaran sekitar 10 juta dolar bagi Brazil itu, berlangsung kurang dari 3 tahun setelah program angkasa luar Brazil ditimpa bencana sata sebuah roket meledak di landasan peluncuran.

Ledakan roket pertama Brazil, yang dirancang untuk mengirim satelit ke orbit, menewaskan 21 orang di lokasi peluncuran di bagian utara negara itu.

Namun, sebagian pihak juga mengecam biaya yang dikeluarkan untuk mengirimkan angkasawan ke stasiun internasional. Mereka mengatakan anggaran itu bisa dimanfaatkan untuk keperluan lain yang lebih mendesak.

Penerbangan hari Kamis sekaligus merupakan wujud mimpi anak-anak bagi Kol Pontes, kata wartawan kami.

Dia telah menjalani pelaihan sejak 1998 untuk mengikuti misi semacam, yang sedianya menggunakan pesawat angkasa ulang alik Amerika Serikat.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy