BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 31 Maret, 2006 - Published 05:08 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
Gempa Iran barat tewaskan 66
 
Korban selamat gempa di Lorestan Iran
Sebagian warga selamat karena mengungsi setelah gempa pertama
Paling tidak 50 orang tewas dan sekitar 1.000 orang lain terluka dalam serangkaian gempa di Iran barat, demikian laporan media resmi pemerintah.

Gempa dengan kekuatan 6 pada Skala Richter, berpusat di desa desa terpencil antara kota industri Doroud dan Boroujed di propinsi Lorestan.

Para saksi mata di Doroud mengatakan gempa yang terjadi tengah malam itu, menyebabkan para penduduk panik.

Pejabat setempat mengatakan kepada kantor berita IRNA gedung gedung di daerah pedesaan itu hancur dan jaringan listrik terputus.

Sekitar 330 desa diperkirakan rusak akibat gempa itu, sebagian rusak berat, menurut televisi setempat.

Ali Barani, kepala komite penanggulang bencana Lorestan mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa jumlah korban diperkirakan tidak melonjak tajam, sebab guncang awal hari Kamis malam menjadi peringatan bagi warga untuk bersiaga.

Guncangan pertama, dengan kekuatan 4,7 dan 5,1 pada skala Richter melanda pukul 0105 pagi (0435 WIB), lapor kantor berita Irna.

Banyak warga desa yang ketakutan meninggalkan rumah dan mendirikan tenda di luar sepanjang malam.

 Kami takut pulang. Saya menghabiskan sepanjang malam dengan keluarga dan tamu di udara terbuka semalaman
 
Mahmoud Chaharmiri

Televisi Iran hari Jumat memperlihatkan pemadangan rumah yang rata dengan tanah, sementara warga berusaha menyingkirkan puing-puing dengan tangan telanjang.

"Kami takut pulang. Saya menghabiskan sepanjang malam dengan keluarga dan tamu di udara terbuka semalaman,"tutur warga Doroud, Mahmoud Chaharmiri kepada koran the Associated Press melalui saluran telepon.

Iran terletak di lempengan gempa dan sering terguncang gempa kuat.

Sekitar 40.000 ribu orang meninggal di kota tua Bam dalam gempa bulan Desember 2003.

Gempa kuat lain mengguncang Kerman di Iran selatan bulan November 2004, menewaskan 400 orang.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy