BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 09 Maret, 2006 - Published 08:36 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
PBB: Timor Leste semakin miskin
 
Xanana Gusmao
Presiden Gusmao mengatakan pendidikan adalah kunci pengentasan kemiskinan
Timor Leste tetap menjadi negara paling miskin di Asia Tenggara, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa - dan sekarang ini semakin miskin.

Laporan Program Pembangunan PBB, atau UNDP, itu mengatakan tidak banyak lapangan kerja yang tersedia di Timor Leste kecuali di sektor pertanian.

Sekitar 40% dari penduduk negara ini hidup di bawah garis kemiskinan, dan pendidikan serta pelayanan kesehatan masih belum memadai.

Rakyat Timor Leste memilih untuk menjadi negara merdeka tujuh tahun lampau setelah perang panjang dengan Indonesia.

 Menetapkan tujuan mudah dilakukan tetapi mencapai tujuan itu lain lagi masalahnya
 
Presiden Xanana Gusmao

Kurang lebih 90 bayi di antara 1.000 bayi meninggal sebelum berusia setahun dan sedikit dari mereka yang mendapatkan imunisasi, kata laporan itu.

Separuh penduduknya yang berjumlah kurang dari satu juta itu tidak bisa mendapatkan air minum yang bersih, dan lapangan kerja yang tersedia sangat sedikit.

Penarikan penjaga perdamaian PBB ketika mandat pasca perang mereka berakhir bulan Juni lalu menimbulkan dampak yang besar terhadap lapangan kerja di ibukota, Dili.

Prospek masa depan

Faktor besar yang bisa mengubah keadaan ini adalah penandatanganan persetujuan bagi hasil minyak pada bulan Januari tahun lalu dengan Australia.

Pria Timor Leste berpakaian tradisional
Sekitar 40% dari penduduk negara ini hidup di bawah garis kemiskinan

Pertikaian antara kedua negara itu menyebabkan gangguan hubungan dalam tahun-tahun belakangan ini, tetapi sekarang Timor Leste harus bisa mandapatkan keuntungan dari pendapat minyak.

Laporan UNDP tersebut menambahkan, peranan dana ini sangat menentukan dalam upaya mengentaskan kemiskinan di pedesaan.

Eksplorasi minyak ini merupakan kesempatan besar pertama di bidang ekonomi sejak perang dengan Indonesia berakhir dengan kemerdekaan.

Kegagalan perekonomian sampai sekarang merupakan kenyataan yang mengecewakan bagi orang-orang yang mengkampanyekan kemerdekaan.

Dalam pengantar laporan ini, Presiden Xanana Gusmao mengakui bahwa menetapkan tujuan mudah dilakukan tetapi mencapai tujuan itu lain lagi masalahnya.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy