BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 07 Maret, 2006 - Published 17:20 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
Warga India diminta tetap tenang
 
Lokasi ledakan di stasiun kereta api
Belum ada pihak yang mengaku bertanggungjawab atas pemboman
Para tokoh keagamaan dan politik India ikut mengimbau warga agar tetap menjaga kedamaian setelah serangan bom menewaskan sekitar 15 orang di kota Varanasi, India utara hari Selasa.

Menteri dalam negeri India Shivraj Patil dan ketua Partai Kongres yang berkuasa, Sonia Gandhi, mengunjungi Varanasi, karena khawatir pemboman tersebut memicu tindak kekerasan massal.

Varanasi merupakan salah satu tempat paling suci bagi para penziarah Hindu, dan ledakan itu terjadi beberapa hari setelah umat Islam dan penganut Hindu bentrok di kota tetangganya, Lucknow.

Pejabat polisi senior di daerah itu, Paresh Pandey, mengatakan kepada BBC Siaran Bahasa Hindi bahwa sedikitnya 20 orang lainnya menderita luka-luka dalam insiden itu.

Ledakan pertama terjadi di sebuah kuil Hindu dan disusul dengan ledakan kedua di sebuah stasiun kereta. Polisi kemudian berusaha menjinakkan bom ketiga.

Kota Varanasi - di negara bagian Uttar Pradesh di India Utara - adalah salah satu kota di India yang menjadi pusat ziarah.

Kota itu, sekitar 670 kilometer di tenggara ibukota Delhi, banyak dikunjungi oleh para peziarah Hindu dan wisatawan asing.

Kekacauan

Ledakan pertama terjadi di dekat kuil penting di kota itu, kuil Sankot Mochan yang menjadi tempat pemujaan dewa Hindu, Hanuman.

Beberapa orang terbunuh dan 22 lainnya terluka akibat ledakan itu, kata para pejabat di negara bagian Uttar Pradesh.

Peta

Seorang saksi mata, Siddhartha Suri, mengatakan kepada BBC bahwa saat ledakan terjadi kuil itu sedang dikunjungi oleh ribuan orang.

Hari Selasa adalah hari istimewa di kuil Sankot Mochan dan ledakan terjadi beberapa menit sebelum para peziarah memulai doa mereka.

"Ledakan keras disusul dengan debu tebal. Kekacauan terjadi di depan kuil," kata Suri.

Bom kedua meledak di stasiun kereta utama beberapa menit setelah ledakan pertama. Para saksi mata mengatakan mereka menyaksikan beberapa orang tewas.

Berbagai kota utama di India langsung menerapkan status siaga menyusul ledakan ini.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy