http://www.bbc.com/indonesian/

09 Februari, 2006 - Published 16:24 GMT

Koran Malaysia dibredel

Pemerintah Malaysia membekukan penerbitan satu suratkabar daerah setelah mereka mencetak-ulang karikatur Nabi Muhammad.

Sarawak Tribune, yang beredar di negara bagian Sabah dan Sarawak, adalah koran pertama di Malaysia yang ditutup dalam waktu hampir dua-puluh tahun ini.

Sarawak adalah satu kawasan di Malaysia yang warga Muslimnya minoritas.

Karikatur itu dimuat di halaman dalam Sawarak Tribune edisi Sabtu lalu.

Suratkabar ini dengan cepat memecat redaktur paruh-waktu yang bertugas hari itu dan mengeluarkan permintaan maaf.

Namun demikian, pemerintah tidak puas dan kabinet kemudian menyetujui pembekuan surat izin penerbitan koran itu.

Polisi di Sarawak memanggil anggota senior staf redaksi Tribune untuk ditanyai sebelum memutuskan apakah mereka akan dikenai dakwaan pidana atau tidak.

Petugas kepolisian ditempatkan di luar kantor suratkabar itu di kota Kuching.

Menurut media setempat, baru empat kali surat izin koran dibekukan sejak Malaysia merdeka di tahun 1957.

Tiga suratkabar ditutup semasa krisis politik di tahun 1980-an.

Sebetulnya, reaksi masyarakat Malaysia tidak terlalu riuh terhadap penerbitan karikatur Nabi Muhammad --baik yang dimuat Sawarak Tribune maupun di luarnegeri. P

erdana menteri Abdullah Badawi menyayangkan keputusan media cetak asing untuk menerbitkan karikatur itu tetapi dia mengimbau agar masyarakat tenang dan bereaksi rasional.

Sementara itu, partai oposisi Islam di Malaysia mengatakan saling pengertian yang lebih baik sangat diperlukan di antara para penganut agama berbeda.

Menteri agama Malaysia membantah bahwa dia pernah mengatakan 'wajar' aksi-aksi protes di Asia yang menyebabkan sejumlah orang tewas dan beberapa kedutaan rusak.