http://www.bbc.com/indonesian/

27 Januari, 2006 - Published 08:44 GMT

Presiden Bolivia potong gaji

Presiden baru Bolivia Evo Morales memotong gajinya sebesar 50 persen, sehingga kini hanya menerima sekitar 1.800 dolar atau Rp 18 juta per bulan.

Keputusan itu berarti gaji seluruh pegawai negeri Bolivia akan ditinjau, sebab pejabat tidak boleh menerima gaji lebih tinggi dari presiden.

Morales yang berhaluan politik kiri mengatakan, uang negara yang dihemat akan dipergunakan untuk memperbesar jumlah dokter dan guru.

Morales mengindikasikan, anggota Kongres juga harus merelakan gaji mereka juga dipangkas.

Dalam kampanyenya, Morales berjanji untuk memotong gajinya sebesar 50 persen jika terpilih.

Langkah itu diumukan setelah kabinet pertamanya mengambil kebijakan memotong gaji lebih besar lagi, 57 persen.

Wartawan BBC di Amerika Selatan , Daniel Schweimler mengatakan, banyak pendukung Morales yakin sang presiden baru berbeda dari para politisi konservatif yang lebih konservatif yang memerintah Bolivia di masa lalu.

Mantan gembala Ilama dan petani daun koka ini dilantik sebagai presiden Minggu lalu sebagai presiden pertama Bolivia dari kalangan warga asli negara itu.

Dia berjanji untuk memerangi korupsi, memberlakukan pajak baru kepada warga kaya, dan merenasionalisasikan perusahaan-perusahaan energi.