BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 26 Januari, 2006 - Published 10:44 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
Hamas menang, Israel tidak terima
 
Pejabat Hamas Ismail Haniya
Kemenangan Hamas membuat gelisah Israel dan Amerika Serikat
Israel mengatakan mereka tidak akan berurusan dengan pemerintah Palestina yang mengikutkan Hamas yang menang besar dalam pemilihan parlemen.

Perdana menteri sementara, Ehud Olmert, menafikan pembicaraan apa pun dengan apa yang disebutnya "organisasi teror bersenjata yang ingin menghancurkan Israel".

Empat penengah Timur Tengah yang disebut "Quartet" --Amerika Serikat, PBB, Uni Eropa, dan Rusis-- meminta Hamas agak meninggalkan tindak kekerasan.

Penghitungan suara yang hampir selesai menunjukkan Hamas mendapat 76 dari 132 kursi di parlemen.

Pemimpin Palestina, Mahmoud Abbas --yang mengetuai partai Fatah yang memerintah-- mengatakan dia tetap berpegang pada penyelesaian damai.

Pejabat senior Partai Fatah, Saeb Erekat, mengatakan pihaknya tidak akan ikut menyusun pemerintahan dengan Hamas.

Erekat menyatakan Presiden Palestina Mahmoud Abbas akan meminta Hamas untuk membentuk pemerintah yang baru, sementara Fatah akan berkonsentrasi untuk membangun kembali partai dan menjadi oposisi.

Sementara itu para pendukung Hamas dan Fatah bentrok di kota Ramallah, Tepi Barat. Aparat keamanan melepaskan tembakan ke udara dan beberapa orang dilaporkan terluka.

Wartawan BBC di Ramallah James Reynolds mengatakan perkelahian itu, yang terjadi setelah pendukung Hamas berusaha mengibarkan bendera mereka di atas gedung parlemen Palestina, berhasil dikendalikan aparat dalam waktu 10 menit.

Reaksi Barat

Presiden Amerika Serikat George Bush mengatakan Amerika tidak akan berurusan dengan Hamas kalau organisasi itu tetap menyerukan kehancuran Israel.

Poster para calon Hamas
Hamas ingin bekerja sama dengan Fatah

"Saya menegaskan bahwa Amerika tidak mendukung partai politik yang ingin menghancurkan sekutu kami, Israel," kata Bush.

Bush mengatakan hasil pemilu adalah "panggilan untuk membangunkan" kepemimpinan Palestina tetapi dia berharap pemimpin Palestina Mahmoud Abbas akan tetap berkuasa.

Sebelum Hamas menyatakan kemenangannya, pejabat Perdana Menteri Israel Ehud Olmert mengatakan Israel tidak akan bekerja sama dengan Otorita Palestina yang mengikutsertakan Hamas.

"Israel tidak bisa menerima situasi di mana Hamas, yang menginginkan kehancuran Israel, akan menjadi bagian dari Otorita Palestina sebelum menyerahkan senjata mereka," kata kantor Ehud Olmert yang mengutip pernyataan pejabat itu.

"Saya tidak akan berunding dengan pemerintah yang tidak bertekat untuk memerangi aksi teror."

Uni Eropa - yang merupakan negara donor terbesar bagi Otorita Palestina - mengatakan bersedia bekerja sama dengan pemerintah Palestina yang cinta damai.

"Kami dengan senang hati bersedia bekerja sama dengan pemerintahan mana pun selama mereka mau mengambil jalan perdamaian," kata Komisaris Hubungan Luar Negeri Uni Eropa, Benita Ferrero-Waldner.

Ingin kerjasama

Calon utama dari Hamas Ismail Haniya mengatakan pada hari Kamis bahwa Hamas ingin berunding dengan pemimpin Palestina Mahmud Abbas dan partai-partai lainnya untuk membentuk pemerintah.

 Mengakui Israel bukan bagian dari agenda kami saat ini
 
Mushir al-Masri, pejabat senior Hamas

Hamas dilihat sebagai kelompok teroris oleh Israel, Amerika Serikat dan Uni Eropa. Israel menegaskan pemerintahnya tidak akan berunding dengan Hamas.

Wartawan BBC Jon Leyne mengatakan kemenangan bagi Hamas akan menimbulkan tantangan besar bagi Israel dan masyarakat internasional serta bagi Hamas sendiri.

Pejabat senior Hamas Mushir al-Masri mengatakan kelompok itu ingin bekerja sama dengan Fatah dalam satu "kemitraan politik".

Tetapi dia mengatakan Hamas tidak akan membicarakan soal perdamaian dengan Israel. "Perundingan dengan Israel tidak masuk ke dalam agenda kami," tegas al-Masri.

"Mengakui Israel bukan bagian dari agenda kami saat ini."

 
 
Pemilu Palestina tidak menentu
03 Januari, 2006 | Berita Dunia
Hamas tak perbaharui gencatan
09 Desember, 2005 | Berita Dunia
Hamas tolak masuk pemerintahan Palestina
05 Juli, 2005 | Berita Dunia
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy