20 November, 2005 - Published 11:12 GMT
Serangkaian acara diadakan di Jerman untuk memperingati 60 tahun pengadilan Nuremberg, tempat para pemimpin Nazi diadili setelah Perang Dunia Kedua karena melakukan kejahatan kemanusiaan.
Seorang mantan jaksa penuntut dan para saksi mata lainnya akan kembali ke ruang sidang tempat sejumlah anggota pemerintahan Adol Hitler diadili, dan 12 diantaranya dihukum mati.
Berbagai pengadilan Nuremberg merupakan tindakan hukum yang belum terjadi sebelumnya, yang membangun landasan bagi pengadilan kejahatan perang internasional.
Ketua Jaksa penuntut Amerika di Nuremberg, Robert Jackson mengatakan pengadilan itu merupakan upaya lanjutan pihak sekutu setelah perang dan tekad untuk mengadili anggota senior Nazi, pada tahun 1943.
Dua puluh dua pejabat Nazis diadili, termasusk Herman Goering, Rudolf Hess dan Joachim Von Ribbentrop.
Pengadilan itu merupakan sensasi internasional dan ruang sidang penuh dengan wartawan.
Namun warga Jerman juga mengikuti pengadilan itu, sementara surat kabar lokal berisi rincian holokos dan kejahatan Nazi lain.
Namun, jajak pendapat rahasia yang dilakukan oleh departemen luar negri Amerika dan diumumkan tiga tahun lalu, menunjukkan baru pada tahun 1970an, sebagian besar warga Jerman menganggap pengadilan itu adil.
Kejahatan terhadap kemanusiaan
Para terdakwa menghadapi empat dakwaan, konspirasi menentang perdamaian, mengibarkan perang melalui agresi, melanggar konvensi perang dan melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Sebagian besar dari mereka mengatakan mereka tidak tahu atau tidak bertangnggu jawab atas apa yang terjadi.
Dari pengadilan yang dilakukan, ada tiga orang yang dibebaskan dan dua belas hukuman mati.
Tetapi Herman Goering melakukan tindak bunuh diri dengan menenggak pil sianida sebelum ia menjalani hukuman mati.