BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 18 November, 2005 - Published 10:23 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
Rajapakse memenangkan pemilu Sri Lanka
 
 Mahinda Rajapakse
Rajapakse menjanjikan garis keras dalam perundingan dengan pemberontak.
Perdana Menteri Sri Lanka Mahinda Rajapakse memenangkan pemilihan presiden dengan perbedaan tipis, demikian keterangan para pejabat negara itu.

Rajapakse mendapatkan sedikit di atas 50 % suara dibandingkan dengan tokoh oposisi utama Ranil Wickramasinghe.

Rajapakse yang mengambil garis keras terhadap pemberontak Harimau Tamil mengatakan setelah kemenangannya dia akan "membawa perdamaian yang bermartabat."

Tingkat partisipasi sekitar 75 persen di selatan dan barat namun di kawasan Tamil hampir terjadi pemboikotan total.

Partai Persatuan Nasional yang beroposisi pimpinan Wickramasinghe menuntut pemilihan umum baru di wilayah Jaffna yang didominasi Tamil dimana tingkat keikutsertaan pemilih rendah namun permintaan ini ditolak komisi pemilu.

Rajapakse akan dilantik hari Sabtu.

Gencatan senjata

Pada akhir penghitungan suara, Rajapakse mengumpulkan lebih dari 4,8 juta suara sekitar 180.000 suara di atas Wickramasinghe.

Selain itu terdapat 11 calon presiden lainnya.

  Saya akan membawa perdamaian yang bermartabat bagi negara, menghromati semua komunitas
 
Mahinda Rajapakse

Rajapakse dari Partai Kebebasan Sri Lanka yang berkuasa, mengatakan hasil itu merupakan kemenangan bagi rakyat.

"Demokrasi akan diperkuat serta hukum dan ketertiban akan ditegakkan di negara ini," katanya.

"Bagi saya, kekuasaan bukanlah sebuah hiasan melainkan alat untuk mengabdi rakyat," lanjutnya.

Wartawan BBC Sanjoy Majumder di Kolombo mengatakan, ini jelas bahwa Wickramasinghe kalah bukan hanya karena Tamil memboikot di utara dan timur namun juga karena banyak orang Tamil di Kolombo dimana dukungan baginya kuat, tidak memberikan suara baginya.

Wickramasinghe bertekad untuk mempertahankan kesepakatan gencatan senjata sekarang yang dia ikut serta membantunya.

Dia juga mendapat dukungan dari masyarakat bisnis dan bursa saham turun 11 persen karena berita hasil pemilu itu.

Rajapakse adalah tokoh populis dari jantung negara itu di kawasan selatan yang didominasi Sinhala-Budha.

Dia menentang swastanisasi dan menginginkan subsidi bagi para petani.

Pendukung Rajapakse
Para pendukung Rajapakse merayakan kemenangan pemilu.

Dalam kesepakatan menjelang pemilu dengan partai-partai Marxist dan Budha dia menjanjikan sikap keras dalam perundingan damai, termasuk dalam merundingkan lagi kesepakatan gencatan senjata.

Harimau Tamil memperingatkan Rajapakse tidak menggunakan kemenangannya ini untuk melakukan "cara-cara militer guna menduduki daerah kami dan mengobarkan konflik".

Pemimpin politik SP Thamilselvan mengatakan kepada BBC tindakan itu akan "memiliki implikasi negatif bagi pihak lain dan kami berharap mereka akan memahami realitas ini."

Kampanye pemilu merupakan salah satu yang paling damai selama beberapa tahun ini meskipun sedikitnya dua orang tewas ketika dua granat dilemparkan ke arah sebuah mesjid hari Jumat.

Polisi mengatakan tidak jelas apakah serangan itu terkait dengan pemilu.

Sebanyak 25 orang terluka dalam aksi kekerasan di kota Akkaraipattu di distrik Batticaloa.

Penghalang jalan

Petugas Komisi Pemilu Dayananda Dissanayake mengatakan tingkat partisipasi sekitar 75 % namun pemboikotan di kawasan Tamil hampir menyeluruh.

Di Jaffna, tingkat partisipasi hanya 0,014% lebih dari 700.000 pemilih terdaftar, angka terendah di seluruh Sri Lanka.

Dalam pemilu 1999, 19% pemilih di Jaffna memberikan suaranya.

Harimau Tamil mengatakan mereka tidak akan mengganggu pemilu.

Antri memilih
Di daerah mayoritas berpenduduk Tamil tingkat partisipasi hampir nol.

Mereka mengatakan tidak ada kepentingan dalam pemilu atau hasilnya.

Para pejabat mengatakan, penghalang jalan dipasang dan terjadi intimidasi di kawasan yang dikuasai pemberontak.

Tamil merupakan 20% dari penduduk Sri Lanka yang jumlahnya 19 juta orang.

Lebih dari 13 juta orang berhak memberikan suaranya dalam pemilu nasional keempat dalam enam tahun ini di Sri Lanka.

Pemilu mengakhiri masa jabatan Presiden Chandrika Kumaratunga.

Dia telah mendominasi politik Sri Lanka sejak masa periode pertama dari dua kali masa jabatannya sejak 1994.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy