http://www.bbc.com/indonesian/

21 Juli, 2005 - Published 13:43 GMT

Cina ubah nilai tukar Yuan

China telah mengubah nila mata uang Yuan yang merupakan tindakan pertama dalam satu dekade dan langkah ini bisa meredakan kritik dari luar negeri terutama Amerika Serikat.

Langkah ini secara luas dipandang sebagai langkah awal menuju liberalisasi mata uang Cina yang sangat diawasi dengan ketat.

Pihak yang mengkritik mengatakan bahwa Cina menikmati nilai tukar yang rendah yang tidak sesuai dengan kenyataan, sehingga expor negara itu menjadi sangat murah.

Akibat ini barang-barang ekspor Cina memiliki keuntungan di pasar global.

Peraturan baru ini menetapkan bahwa Yuan akan diperdagangkan terhadap beberapa mata uang asing.

Sebelumnya mata uang Cina ini dipatok sebesar 8,28 terhadap dolar Amerika, namun perubahan ini membuat nilai Yuan turun menjadi 8,11 terhadap dollar.

Langkah Malaysia

Kritik paling keras muncul dari Amerika, di negara itu banyak pihak menuduh Cina bertanggungjawab atas turunnya industri domestik.

Melalui televisi, pemerintah Cina mengatakan mulai hari Jumat mata uang Yuan akan diijinkan untuk diperdagangkan dengan rentang sebesar 0,3% terhadap sejumlah mata uang asing.

Namun, belum disebutkan mata uang lain itu.

Dalam langkah yang dipandang sesuai dengan keputusan Cina itu, Malaysia juga menghapus kebijakan mematok mata uangnya terhadap dolar.

Mata uang ringgit dipatok sebesar 3,8 per satu dolar sejak bulan September 1998, setelah terjadi krisis keuangan Asia.

Ancaman tarif

Bank Sentral Malaysia mengatakan mata uang negara itu diak akan berdeviasi lebih besar dari tingkat nilai tukarnya terhadap dolar pada saat ini.

Reevaluasi Cina terjadi sehari setelah Gubernut Bank Sentral Amerika Alan Greenspan memperingatkan bahwa Cina menghadapi resiko "sangat serius" dalam perekonomiannya jika tidak membiarkan nilai mata uang Yuan meningkat.

Para politisi senior Amerika sebelumnya mengancam akan menerapkan tarif terhadap Cina jika tidak mengubah nilai tukar Yuan.

Para pengamat bereaksi dengan hati-hati atas keputusan Beijing itu.

"Tampaknya langkah ini sangat terbatas," ujar Mark Cliffe, ekonom dari ING. "Langkah ini mungkin bisa mengendorkan tekanan dari Amerika dengan ancaman pengenaan tarif di Kongres, tetapi masih harus ditunggu jika langkah itu cukup secara politis dan ekonomis."