|
Kampanye tanggalkan jas di Jepang | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Pemerintah Jepang memulai kampanye untuk mengajak para karyawan perusahaan agar tidak mengenakan jas dan dasi. Kantor-kantor diminta untuk mengurangi pemakaian AC musim panas ini. Suhu dan kelembaban udara akan meningkat ke level yang tidak tertahankan dalam tiga bulan ke depan di berbagai kota di Jepang dan begitu juga dengan penggunaan AC. Pemerintah berpandangan penggunaan AC menghalangi upaya untuk menurunkan emisi rumah kaca. Jadi pemerintah Perdana Menteri Junchiro Koizumi telah meluncurkan kampanye untuk mengajak para karyawan di Jepang meninggalkan jas mereka di rumah musim panas ini. Telah terlihat berbagai pemandangan aneh baru-baru ini di Jepang: seorang menteri kabinet tampak memakai kemeja Hawaii dengan dengan warna-warni mencolok, sementara sejumlah pengusaha terkemuka Jepang tampak memperagakan pakaian santai di catwalk. Suhu panas Saat ini Jepang masih jauh di belakang targetnya dalam Protokol Kyoto. Jadi negeri itu meminta para pengusaha telah meminta agar suhu udara di kantor-kantor mereka dinaikkan menjadi 28 derajat celcius, agar orang-orang yang memakai jas dan dasi merasa kepanasan. Akan tetapi banyak karyawan di Jepang yang mengatakan mereka akan merasa lebih tidak nyaman tanpa formalitas dan anonimitas sebuah jas. Jadi, tanggung jawab untuk menetapkan sebuah trend fashion baru yang dinamakan "cool biz" berada di pundak para politisi dan pemilik perusahaan. Mulai bulan ini, menteri-menteri kabinet diperkirakan akan memakai baju yang lebih santai, memakai kemeja yang didesain dengan kancing dan peniti agar kerah mereka tetap tegak. |
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||