BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 24 Mei, 2005 - Published 11:17 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
Ketidaktahuan tentang seks di Cina
 

 
 
Pengantin Cina
Pasangan yang menikah pun ada yang tidak tahu tentang seks
Di satu kafe di Cina selatan, gambar gambar perempuan bugil tergantung di tembok tembok, dan merupakan hal yang jarang ditemukan.

Tetapi itulah fungsi kafe tersebut. Kafe itu dibangun oleh Pusat Reproduksi Pemerintah Kota, dan ditujuan sebagai bagian dari pendidikan seks.

Direktur pusat itu, Tao Lin menunjukkan apa yang mereka tawarkan, seperti kondom gratis, buku dan informasi tentang seks.

Pendidikan seks di kafe itu merupakan proyek uji coba, yang pertama di Cina. Namun kafe itu tampak kosong.

Tao Lin mengakui yang sulit mereka lakukan adalah mendobrak tabu tentang seks.

"Tantangan kami adalah orang terlalu malu untuk membicarakan seks. Sulit untuk mencari pendekatan yang tepat. Orang menggunakan tabloid atau situs internet guna mencari informasi tentang seks, namun sering tidak cocok," katanya.

Tidak terpantau

Salah satu survey menunjukkan 75% anak muda Cina mempelajari seks melalui situs situs porno, dan komputer menawarkan anak muda peluang untuk mengetahui tentang seks tanpa harus keluar rumah.

Di belakang kafe, tiga perempuan muda mengetik di komputer.

"Saya ingin tahu tentang kontrasepsi, apa saja pilihannya dan bagaimana menggunakannya," kata mahasiswa farmakologi Wu Dinlian, sambil malu malu.

Ia mengatakan ia tidak pernah diajarkan tentang kontrasepsi.

Konsultan Tang Weiyao memastikan kalangan berpendidikan pun seringkali mengabaikan pengetahuan tentang seks.

"Saya punya dua mahasiswa yang telah menikah dua tahun dan belum punya anak. Mereka ke rumah sakit untuk periksa dan terungkap bahwa mereka bahkan belum tahu tentang seks. Mereka kira tidur bersama di tempat tidur bisa hamil," katanya.

Bagi banyak anak muda di Cina, masalah itu mungkin bertolak belakang.
Mereka mengeksplorasi seksualitas tanpa tahu menggunakan kontrasepsi.

Lily Liu dari organisasi Inggris, Marie Stopes, yang mendirikan berbagai pusat reproduksi di Cina mengatakan seorang perempuan datang ke tempatnya. Ia berusia sembilan belas tahun namun telah melakukan aborsi lima kali.

Namun Liue menambahkan: "Orang semakin terbuka dan mereka suka sama suka. Namun pengetahuan mereka sangat kurang.

"Saya rasa salah satu alasannya adalah tidak ada pendidikan seks yang bagus di sekolah sekolah."

Organisasi itu mengembangkan program radio yang diisi dengan berbagai informasi. Iklan radio itu juga membawa informasi penting, bahwa terlalu banyak pasangan dan tanpa kontrasepsi merupakan hal yang berbahaya.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy