BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 02 Januari, 2005 - Published 19:19 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
Bantuan tsunami terhambat karena cuaca buruk
 
Korban tsunami menunggu kiriman bantuan
Korban tsunami menunggu kiriman bantuan
Tepat tujuh hari setelah peristiwa gempa dan tsunami di Samudera Hindia, bantuan ke wilayah bencana mengalami hambatan karena kondisi cuaca yang buruk

Hingga saat ini situasi di kota Banda Aceh masih jauh dari normal.

Walaupun listrik dan jalan-jalan kota mulai terlihat dibersihkan, bahan makanan pokok masih sulit didapatkan.

Puluhan ribu pengungsi juga dilaporkan mulai kesulitan mendapatkan air bersih, sehingga dikhawatirkan menyebabkan wabah kolera

Menurut laporan wartawan BBC, Heyder Affan, sempat muncul kritik bahwa birokrasi ikut menghambat kelancaran pengiriman dan penyaluran bantuan bagi para korban.

Namun Menkokesra Alwi Shihab menegaskan, tidak ada badan bantuan yang akan dihalangi memberikan bantuan, dengan alasan birokrasi.

Meski demikian Alwi Shihab, yang ditunjuk memimpin operasi bantuan, mengakui pemerintah Indonesia menghadapi kesulitan untuk menangani dampak bencana sedahsyat yang terjadi hari Minggu.

Wartawan BBC Heyder Affan juga menyebutkan bahwa satu minggu setelah bencana gempa tsunami ini, pasokan listrik di kota Banda Aceh mulai mengalir.

Kini sebagian penduduk kota Banda Aceh mulai dapat mendengarkan siaran radio atau televisi.

Makanan juga sudah mulai dapat dibeli di pinggir-pinggir jalan, meski toko-toko masih tutup.

Sebagian warga di Aceh mengeluhkan lambatnya evakuasi dan bantuan yang dapat mereka terima

Lebih dari 1.8 juta warga kehilangan tenpat tinggalnya
Lebih dari 1.8 juta warga kehilangan tenpat tinggalnya

Seorang warga menyebutkan bahwa untuk mendapatkan sebuah tenda sebagai tempat berlindung, warga harus mengisi data-data terlebih dahulu.

Namun meski sudah mengisi data, bantuan tenda yang diharapkan belum juga datang


Sri Lanka

Sementara itu di Sri Lanka banjir besar membuat distribusi bantuan mengalami ganggguan.

Hujan deras yang mengguyur pesisir timur Sri Lanka semakin menambah penderitaan ribuan orang yang harus kehilangan rumah-rumah mereka karena gelombang tsunami.

Pihak militer menyebutkan sejumlah jembatan dan jalan telah rusak karena banjir besar.

Banyak helikopter tidak dapat mendarat karena banjir atau orang-orang yang menunggu di darat sambil menengadahkan tangan mereka menunggu kiriman makanan dan air.

Kota Akkarapathu di wilayah tenggara tenggelam sedalam tiga meter di bawah air.

Sejumlah tenda telah didistribusikan, namun banyak dari setengah juta warga yang kehilangan rumah mereja tidak memiliki tempat berlindung sama sekali.

Seorang juru bicara militer memperingatkan ribuan warga lainnya masih terdampar di wilayah terpencil di bagian tenggara, namun helikopter dan kapal-kapal angkatan laut terus berusaha mengirimkan bantuan makanan, obat-obatan dan air bersih ke wilayah tersebut.

Cuaca buruk juga menghambat usaha penyelamatan puluhan ribu orang yang kehilangan tempat tinggal atau cedera di daerah yang dikuasai pemberontak Harimau Tamil.

Mereka membakar jenazah dan menyemprotkan bahan kimia di daerah bencana untuk mencegah munculnya penyakit dan infeksi.

Dalam perkembangan lain :

  • Pihak kepolisian di Thailand menyebutkan ribuan warga lokal di kota Baan Nam Khem, provinsi Phang Nga masih hilang
  • Badan PBB untuk anak-anak, UNICEF meminta perlindungan lebih besar kepada ribuan anak-anak yang kehilangan orang tua akibat tsunami
 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy