|
Golkar 'pecah' di Sulawesi | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Pendukung Partai Golkar kemungkinan akan terpecah saat pemilihan presiden nanti, setelah politisi Golkar asal Sulawesi Selatan, Yusuf Kalla, mencalonkan diri sebagai wakil presiden berduet dengan Susilo Bambang Yudoyono. Di Sulawesi Selatan, tempat kampung halaman Yusuf Kalla, sebagian orang-orang Golkar tidak akan memilih calon presiden Partai Golkar Wiranto, karena faktor Yusuf Kalla. Lantas, apa yang bisa dilakukan Partai Golkar ? Kepada rekan kami Heyder Affan yang mengunjungi kota kelahiran Yusuf Kalla, Bone pekan lalu, beberapa warga setempat yang ditemuinya mengatakan pasti mereka akan memilih Yusuf Kalla karena dia orang Sulawesi. Dalam pemilihan umum anggota legislatif kemarin, Partai Golkar, di mana Kalla adalah pengurus terasnya, menang mutlak di Kota Bone. Kini, setelah Yusuf Kalla memilih menjadi calon wakil presidennya Susilo, maka dia yakin para pendukung Golkar di kota Bone, akan memilih dirinya. Karena, kata Kalla, dia mewakili warga Indonesia Timur. Karena itulah, Susilo Bambang Yudoyono, calon presiden yang akan berduet dengan Yusuf Kalla, berulang-ulang menyebut nama Kalla saat kampanye di Saat itu, gambar diri Susilo dan Kalla bertebaran di sudut-sudut kota ini. Namun demikian, klaim Kalla ini dipertanyakan oleh Partai Golkar, seperti dinyatakan Muhamad Roem, wakil ketua tim juru kampanye Wiranto, calon presiden Partai Golkar. "Sebagian orang Golkar berpendapat bahwa kalo pak Yusuf Kalla itu calon presiden, itu lain persolannya. Tapi kan itu (dia, red) hanya sebagai calon wakil presiden." "Karena pengalaman di Indonesia peranan wapres masih dianggap belum seberapa. Dan itulah yang jadi pemikiran orang-orang Golkar yang masih mendukung calon presiden yang dipilih Golkar." Tidak bisa dielakkan, para pendukung dan politisi Partai Golkar di Sulawesi Selatan akan terpecah saat pemilihan presiden nanti, sebagian memilih Wiranto dan lainnya mendukung putra daerah, Yusuf Kalla. Sejumlah pejabat tinggi di propinsi ini, bahkan dilaporkan telah mendukung Yusuf Kalla ketimbang memilih calon resmi Partai Golkar, Wiranto. Pihak pendukung Wiranto sendiri, tetap yakin, dukungan masyarakat Sulawesi Selatan terhadap calon mereka, tidaklah berkurang. Alasan mereka, Golkar memiliki mesin politik yang mampu menjangkau di desa-desa. Bagaimanapun, siapa yang bakal meraup terbesar di Sulawesi Selatan, apakah Wiranto atau Yusuf Kalla, harus menunggu pada tanggal 5 Juli nanti, saat masyarakat di propinsi ini memilih langsung siapa calon presiden yang mereka idamkan. |
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||