|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Dua dekade lalu, Indonesia mencapai swasembada beras, namun masa keemasan itu pudar dan Indonesia harus mengimpor bahan pangan.
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
seri1
Penyebab sektor pertanian Indonesia mundur dan menyebabkan negara berpenduduk 200 juta lebih ini menjadi pengimpor pangan.
|
Seri 2
Distribusi pupuk bersubsidi dan kualitas bibit tanaman pangan dianggap para petani menjadi penyebab kesulitan dalam bertani
di Indonesia.
|
Seri 3
Para petani mengaku tidak mendapat keuntungan dari mata pencaharian sehingga ada keraguan untuk melanjutkan profesi ini.
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||