|
 |
Selasa, 18 November, 2003, 09:58 GMT
Keamanan Ketat bagi kunjungan Bush ke London
|
|
Operasi keamanan besar-besaran sedang berlangsung guna menyambut kedatangan Presiden Amerika Serikat George Bush di London hari Selasa malam.
 seorang nenek protes di Istana Buckingham |
Dinas Keamanan Inggris Scotland Yard mengerahkan 14 ribu petugas polisi dalam kunjungan Bush selama tiga hari.
Operasi keamanan ini akan menghabiskan dana 5 juta pondsterling.
Puluhan ribu demonstran diperkirakan akan turun ke jalan di LOndon, meskipun jajak pendapat menunjukkan mayoritas warga Inggris mendukung kunjungan Bush.
Selain khawatir dengan kemungkinan adanya kekacauan di jalan-jalan, polisi juga menjaga kemungkinan adanya serangan dari Al-Qaeda.
Bush adalah presiden Amerika pertama yang melakukan kunjungan kenegaraan sejkak Woodrow Wilson di tahun 1918, yang berarti Bush secara resmi diundang oleh Ratu, dan menginap di Istana Buckingham.
| Jadwal Kunjungan Bush |
Hari Selasa, 18 November
Tiba dan menerima ucapan selamat datang pribadi di Istana Buckingham
Hari Rabu, 19 November
Bertemu Michael Howard dan Charles Kennedy, memberikan pidato mengenai pakta transatlantik, dan bertemu keluarga korban 11 September asal Inggris sebelum makan malam dengan Ratu.
Hari Kamis, 20 November
Bertemu tentara Inggris yang pernah bertugas di Afghanistan dan Irak, mengadakan pembicaraan dengan Tony Blair di Downing Street, dan mengadakan jamuan makan malam di Rumah Duta besar Amerika Serikat.
Hari Jumat, 21 November
Mengunjungi konstituen Tony Blair di Sedgefield guna bertemu warga biasa sebelum kembali ke Washington.
|
Meskipun sudah ada begitu banyak polisi di jalanan mempersiapkan kunjungan ini, seorang nenek Lindis Percy, 61 tahun berhasil memanjat pagar depan Istana Buckingham, hari Senin, untuk melakukan protes, sebelum kemudian turun sendiri secara sukarela.
Ny Percy, asal Hull, di Inggris Utara ditahan dan kemudian dibebaskan mengatakan dia "terkejut" dia bisa membentangkan spanduk yang mengatakan kunjungan Bush tidak diterima baik di sini.
"Maksud protes saya adalah damai, namun keadaan dunia sekarang ini sedemikian tidak menentunya sehingga apapun bisa terjadi. Ini adalah hal yang memprihatinkan kita semua." katanya.
Tetap tegar
Perdana Menteri Inggris Tony Blair dalam reaksinya atas pandangan bahwa kunjungan Bush ini tidak tepat waktunya mengatakan Inggris harus bergabung bersama Amerika guna mengalahkan terorisme.
"Ini adalah waktu yang tepat bagi kita untuk berdiri tegar bersama Amerika Serikat guna mengalahkan terorisme dalam bentuk apa saja, dan dimana saja. Terorisme adalah ancaman keamanan paling serius di permulaan abad ke 21 ini," kata Tony Blair di hadapan konprensi Dunia Industri Inggris (CBI) di Birmingham hari Senin.
Sebuah jajak pendapat oleh harian Guadian menunjukakn 43 persen warga Inggris menyambut baik kedatangan BUsh, dibandingkan 36 persen yang mengatakan seharusnya dia tidak datang.
|
|
|
|