|
 |
Senin, 17 November, 2003, 20:25 GMT
Perancis bertekad basmi rasisme
|
|
Presiden Perancis memerintahkan pemberantasan anti semitisme sesudah serangan bom ke sebuah sekolah Yahudi.  Raffarin (kiri) mengatakan Perancis akan "membela nilai-nilainya" |
"Pada saat Yahudi diserang di Perancis, ini merupakan serangan terhadap Perancis," ujar Jacques Chirac menyusul pertemuan khusus dengan beberapa menteri utama.
Perdana Menteri Jean-Pierre Raffarin akan memimpin komite tingkat menteri yang bertanggung jawab menghadapai tindakan-tindakan anti semit.
Di berbagai kota, jumlah serangan terhadap orang Yahudi baik dengan kata-kata maupun fisik meningkat dalam tiga tahun terakhir.
Komite tingkat menteri itu akan mengadakan pertemuan bulanan, kata Raffarin.
Sebagian dari tugas komite, katanya, menyusun catatan bulanan "semua tindakan yang dianggap di negara ini sebagai aksi anti semitisme".
Perdana menteri mengatakan "hukuman berat" akan ditimpakan kepada yang bersalah melakukan tindakan anti semit atau rasis.
Pemberantasan
Api berkobar di sekolah Merkaz Hatorah di Gagny, utara Paris hari Sabtu dinihari.
Menteri Dalam Negeri Nicolas Sarkozy yang menghadiri pertemuan hari Senin bersama dengan Menteri Kehakiman dan Pendidikan mengatakan pembakaran itu memiliki "konotasi anti semit dan tentu saja rasis".
Serangan itu dikaitkan dengan para pemuda Muslim yang marah mengenai kebijakan keras Israel terhadap Palestina.
Chirac mengadakan pertemuan dengan pemimpin Yahudi menyusul pertemuan dengan sejumlah menteri. Sarkozy yang menganut aliran garis keras melawan tindakan rasis dan anti semit sejak pemerintahan kanan-tengah berkuasa bulan Mei 2002, mengatakan para pelaku pembakaran itu harus dihukum berat. Tidak seorangpun terluka dalam serangan terhadap sekolah Merkaz Hatorah di Gagny |
Menurut sejumlah wartawan, tanggapan cepat Perancis terhadap pembakaran itu mencerminkan keprihatinan Paris mengenai tuduhan oleh Yahudi di luar negeri bahwa elit negara itu dituduh anti semit.
Pemimpin Yahudi Perancis menolak pandangan itu namun mengakui khawatir mengenai berlanjutnya kekerasan terhadap komunitas mereka.
Perancis adalah tempat masyarakat Yahudi terbesar di Eropa Barat, sekitar 600.000 orang dan populasi Muslim terbesar, sekitar lima juta orang.
|
|
|
|