|
 |
Minggu, 16 November, 2003, 18:03 GMT
Amerika Serikat tekan pemberontakan di Irak
|
|
Amerika Serikat melancarkan operasi baru melawan pemberontakan di Irak. Operasi itu didukung oleh misil teknologi tinggi, jet tempur dan helikopter tempur.  Amerika Serikat balas serangan |
Pasukan Amerika meluncurkan misil yang dipandu satelit ke arah "kamp gerilya" sekitar 25 km barat Kirkuk, untuk pertama kalinya sejak pertempuran utama berakhir.
Operasi militer yang disebut Operation Ivy Cyclone Two dilancarkan melawan pemberontakan di pusat utara Baghdad.
Letnan Kolonel Bill MacDonald, juru bicara markas Divisi Infantri keempat di Tikrit, mengatakan operasi ini menandai pendekatan "lebih agresif" di daerah tersebut.
"Kami ingin menunjukkan bahwa kami mempunyai kemampuan untuk melancarkan operasi secara serentak di wilayah yang luas," katanya. Inilah pertama kalinya amunisi seperti ini digunakan sejak pertempuran utama berakhir | | Letnan Kolonel Bill MacDonald |
Pasukan Amerika mengubah taktik sebagai balasan atas sejumlah serangan terhadap pasukan koalisi - dan korban - sejak Presiden Bush menyatakan pertempuran utama di Irak berakhir tanggal 1 Mei.
Banyak warga Irak juga tewas. Perkiraan terbaru menyebutkan jumlah yang tewas sejak bulan Mei mencapai lebih dari 200 orang.
Letnan Kolonel McDonald mengatakan rudal dengan hulu ledak 250 kg diluncurkan dari kendaraan peluncur rudal di utara Baghdad pada hari Minggu.
Pertempuran sengit
Ia mengatakan rudal tersebut menghantam pusat latihan gerilyawan di sebuah pulau di Sungai Zab Kecil di sebelah barat Kirkuk.
"Inilah pertama kalinya amunisi seperti ini digunakan sejak pertempuran utama berakhir," katanya kepada para wartawan.
Kepala pemerintahan sementara Irak, Paul Bremer dalam serangkaian wawancara dengan televisi, mengatakan tidak diragukan lagi Amerika menghadapi "pertempuran sengit" di Irak.
"Kami menghadapi musuh-musuh yang nekad. Khususnya para teroris internasional yang masuk ke Irak selama empat hingga lima bulan," katanya dalam wawancara dengan televisi Fox.
Sementara itu, militer Amerika menyelidiki puing-puing dua helikopter Black Hawk yang tabrakan di Mosul, Irak utara.
Sejumlah saksi mata mengatakan salah satu helikopter tersebut dihantam oleh tembakan dari darat kemudian bertabrakan dengan helikopter lainnya.
|
|
|
|