|
 |
Sabtu, 15 November, 2003, 20:34 GMT
Jadwal penyerahan Irak ditetapkan
|
|
Dewan Pemerintah Irak mengatakan koalisi pimpinan Amerika di Irak akan menyerahkan kekuasaan kepada pemerintah sementara pada bulan Juni 2001.
 AS akan serahkan kekuasaan | Pengumuman ini dikeluarkan setelah para pemimpin Irak bertemu dengan kepala pemerintahan Amerika di Irak, Paul Bremer, di Baghda.
Bremer baru saja kembali dari Amerika, dimana rencana penyerahan kekuasaan lebih cepat disepakati di Gedung Putih.
Badan transisi ini akan mempersiapkan pemerintah Irak yang berdaulat penuh pada tahun 2005, setelah dilakukan pemilu.
Wartawan BBC di Baghdad mengatakan rencana itu merupakan jalan yang lebih aman dibandingkan dengan rencana yang sebelumnya diajukan.
Jadwal Penyerahan baru
- Mei 2004, pembentukan dewan transisi
- Juni 2004, pemilu pemerintah sementara
- Akhir 2005, pemilu pemerintahan baru
Langkah ini diambil sehubungan dengan serangan setiap hari terhadap pasukan koalisi, yang kembali terjadi pada hari Sabtu saat sebuah helikopter Amerika jatuh di Mosul dan terjadi ledakan di kota Baghdad.
Meski demikian, Presiden George W Bush berkeras bahwa tentara Amerika akan tetap berada di Irak hingga negara itu "bebas dan damai".
Presiden Dewan pemerintah Irak Jalal Talabani, setelah bertemu dengan Bremer mengatakan bahwa badan transisi akan dipilih setelah melakukan konsultasi dengan "seluruh kubu" dalam masyarakat Irak.
Anggota dewan dari kelompok Islam Sunni Adnan Pachachi mengatakan langkah itu akan "mengembalikan kedaulatan" dan memberi "kesempatan bagi wakil warga Irak mewakili Irak".
Presiden Bush menggambarkan rencana penyerahan yang baru ini sebagai "langkah penting dalam mewujudkan visi Irak".
'Palu Besi'
Sementara itu, militer Amerika masih menyelidiki jatuhnya dua helikopter Black Hawk di kota Mosul, Irak Utara.
Sebelumnya, seorang tentara Amerika tewas dan dua lainnya luka-luka akibat bom yang diletakkan di pinggir jalan di pusat kota Baghdad.
Sebuah ledakan juga terdengar di Baghdad pada hari Sabtu, pukul 16.35 waktu setempat, dan tampak asap hitam tebal di atas wilayah pusat kota.
 Bremer ingin mempercepat penyerahan |
Aksi perlawanan saat ini terjadi sekitar 30 serangan setiap hari dan telah menewaskan sedikitnya 160 tentara Amerika sejak Bush menyatakan perang utama telah berakhir pada tanggal 1 Mei.
Dalam beberapa hari terakhir, pasukan Amerika di Baghdad melakukan aksi balasan dengan menggelar "Operasi Palu Besi", dengan melakukan serangan udara untuk menghancurkan gedung-gedung yang disebut mereka telah digunakan oleh kubu perlawanan.
Namun, jumlah warga Irak yang tewas dalam serangan gerilya ini lebih banyak daripada tentara koalisi - sebuah perkiraan menyebut angka itu mencapai 200 warga sipil sejak tanggal 1 Mei.
|
|
|
|