|
 |
Jumat, 11 Juli, 2003, 22:30 GMT
Mendukung pendapatan keluarga
|

Willy Numberi di Jayapura setiap siang menjual ikan tangkapan ayahnya |
Di Indonesia ada semacam tradisi anak-anak membantu pekerjaan orang tua baik itu membantu beban pekerjaan orang-tua maupun melakukan pekerjaan lain guna meningkatkan pendapatan keluarga.
Di Makassar, contohnya, ada Suniati yang berusia 16 tahun. Setiap malam dia ikut mengupas biji coklat, dari jam 6 sore hingga sekitar jam 9 malam. Dan dalam masa liburan dia bekerja penuh di restoran milik keluarga jauh sebagai pelayan.
Sedangkan Willy Numberi setiap siang berkeliling kota Jayapura untuk menjual ikan hasil tangkapan ayahnya, seorang nelayan tradisional yang tuna wicara. Pemerintah harus menyusun program ekonomi kerakyatan | | Arist Merdeka Sirait |
Suniati dan Willy masih punya kesempatan untuk bersekolah, namun Darwin yang bekerja mengangkat di Tempat Pelelangan Ikan di Makassar dan Edi, penggembala ternak, di Sei Semayang, Sumatera Utara sudah putus sekolah.
Bekerja membantu orang tua jelas tidak dilarang, namun harus ada jaminan bahwa anak-anak tersebut tidak dieksploitasi. Dan faktor utama adalah mereka harus tetap mendapatkan akses untuk pendidikan.
Liston Siregar mengunjungi Jayapura, Makassar, dan Medan untuk bertemu langsung dengan anak-anak yang bekerja untuk meningkatkan pendapat keluarga.  Mengangkat ikan di TPI Makassar |
Sebagian dari mereka masih bersekolah, namun beberapa diantara mereka sudah putus sekolah dan menjadi pekerja penuh.
Sekretaris Jenderal Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, mengatakan bahwa faktor utama yang mendorong anak-anak dipekerjakan adalah masalah kemiskinan. "Pemerintah harus menyusun program ekonomi kerakyatan," kata Arist Merdeka Sirait.
Lihat laporan pertama tentang serikat buruh
|
|
|
|