|
 |
Selasa, 17 Juni, 2003, 16:59 GMT
Buruh anak di jermal
|

Walau jumlahnya berkurang, masih ada buruh anak di jermal Sumatera Utara |
Pemerintah Daerah Sumatera Utara menetapkan tahun 2004 sebagai target penghapusan buruh anak di jermal.
Sejauh ini jumlah buruh anak menurun, dari sekitar 400 buruh anak pada tahun 1998 hingga 30-an pada akhir Maret 2003. Bahkan Gubernur Sumatera Utara, T. Rizal Nurdin, berharap akhir tahun 2003 tidak ada lagi buruh anak di jermal.
Targetnya tahun 2004 tidak ada lagi buruh anak jermal | | T. Rizal Nurdin, Gubernur Sumut | Liston Siregar berkunjung ke beberapa jermal di kawasan Deli Serdang, Sumatera Utara, dan bermalam di salah satu jermal yang masih mempekerjakan buruh anak.
Para buruh anak itu diharuskan bekerja tengah malam untuk mengangkat jaring sedang pagi harinya mereka beristirahat.
Sementara di darat ILO-IPEC melancarkan program bantuan ekonomi kepada keluarga mantan buruh anak jermal dengan bantuan ternak.
 Kerja di jermal | Namun tak ada jaminan jermal akan bebas total dari buruh anak pengangguran dan juga belum adanya kesadaran tentang resiko bekerja di jermal selama tiga bulan penuh, seperti terluka kena pemutar jaring dan kehilangan kesempatan untuk mendapat pendidikan.
Sri Eni Purnamawati, Koordinator ILO-IPEC untuk buruh anak jermal di Medan mengatakan ada juga kemungkinan anak dikucilkan dari keluarga dan lari bekerja ke jermal.
Ikuti laporan Liston Siregar tentang problematika buruh anak di jermal.
|
|
|
|