|
 |
Sabtu, 12 April, 2003, 13:49 GMT
Kurdi mulai tinggalkan Kirkuk
|
|
Gerilyawan Kurdi menarik diri dari kota Kirkuk, Irak utara, yang telah mereka rebut dari rezim Presiden Saddam Hussein. Gerilyawan merebut Kirkuk, setelah militer Irak mundur |
Pasukan Amerika meningkatkan kehadirannya untuk memperkuat kendalinya di kota Kirkuk, yang merupakan pusat industri minyak di utara.
Para wartawan mengatakan, langkah itu sangat penting untuk menenteramkan Turki, yang berbatasan dengan Irak utara, dan menentang langkah apa pun untuk menciptakan sebuah negara Kurdi merdeka di daerah itu.
Koalisi pimpinan Amerika juga tengah mencoba memulihkan ketenangan di kota-kota yang dilanda tindak kekerasan, dan penjarahan sejak pemerintah Saddam Hussein kehilangan kekuasaan.
Dalam perkembangan lain, wartawan BBC Paul di Baghdad melaporkan tindak kekerasan kini menjalar ke perbedaan faham keagamaan. Warga syiah terlibat bentrok bersenjata dengan para tetangga Sunninya di seluruh ibu kota.
Pasukan darat koalisi menuju kota Tikrit, setelah serangan udara sepanjang Jumat malam dilancarkan terhadap kota asal Saddam Hussein, yang tampaknya mungkin merupakan kubu pertahanan rezimnya. Amerika mengatakan menggunakan sistem pencari sasaran baru untuk kali pertama dalam pertempuran untuk menyerang sebuah lapangan udara.
Personil Amerika mulai menguasai kota Mosul, Irak utara, setelah memerintahkan milisi Kurdi bertahan di pinggiran kota yang mereka rebut hari Jumat.
Suatu delegasi Amerika berencana bertemu dengan pemimpin oposisi Irak di Nasiriya hari Selasa, guna membahas pemerintahan sementara.
Wartawan BBC, Dumeetha Luthra di Kirkuk mengatakan, kelompok-kelompok milisi Peshmerga meninggalkan kota itu, tiga hari setelah kedatangan mereka menimbulkan badai politik.
Ribuan gerilyawan Kurdi membanjir masuk, setelah militer Irak meninggalkan Kirkuk.
Turki menuntut, Amerika mengambilalih kendali, dan mengirimkan pemantau untuk memastikan sendiri bahwa gerilyawan Kurdi tidak tengah mendirikan suatu pangkalan kekuasaan.
Puluhan ribu prajurit Turki tetap berada di perbatasan Irak, namun wartawan kami mengatakan, ada harapan bahwa ketegangan ini akan mereda.
Pasukan Amerika tengah mendirikan sebuah pangkalan di bandara militer di Kirkuk, dan pasukan bala bantuan diperkirakan akan segera tiba.
Anarki
Pusat kota Kirkuk umumnya damai, di tengah semakin banyak pasukan Amerika yang muncul di kota itu, meski terjadi penjarahan di pinggiran kota
Anarki menjadi masalah yang lebih serius di Mosul, Baghdad danasra.
Warga mengangkat senjata untuk melindungi diri di Baghdad.
Di ibukota Baghdad itu, wartawan BBC Andrew Gilligan mengatakan, para penjarah kini menyerang rumah warga sipil dan tempat usaha, setelah kehabisan sasaran dari objek-objek milik pemerintahan Saddam.
Warga, bahkan staf rumah sakit, kini mempersenjatai diri, untuk melindungi diri, dan aset yang mereka miliki. Sejumlah penjarah dikeroyok hingga tewas di jalanan, demikian tambah wartawan:
Komite palang merah internasional mengatakan, sangat prihatin dengan situasi di Baghdad, yang dikatakannya di ambang anarki.
Organisasi tersebut memperingatkan, Amerika dan Inggris, akan tanggungjawab hukumnya untuk melindungi warga sipil, dan layanan pokok untuk masyarakat. Badan bantu itu menambahkan, penjarahan telah menyebabkan Baghdad tidak memiliki rumah sakit yang bisa memberikan pelayanan.
Wartawan ditemukan
Pasukan Amerika di Baghdad telah mendesak aparat kepolisian di kota itu agar kembali bekerja, sedangkan pemerintah Amerika mengatakan akan mengirim 1.200 pakar hukum dan ketertiban ke Irak, guna memberikan nasihat mengenai pendirian kembali suatu pasukan kepolisian baru. Mereka bahkan tidak tahu kegunaaan peralatan | | Dokter di Baghdad |
Para wartawan mengatakan, Marinri Amerika diharapkan memulai memulihkan ketertiban di Baghdad, sementara seorang panglima Inggris mengatakan, pasukan Inggris mulai berpatroli dengan pasukan setempat di Basra, guna memadamkan kerusuhan sipil di sana.
Para pejabat Amerika mengatakan, marinir di Baghdad telah menemukan empat orang wartawan di sebuah rumah sakit di Baghdad.  Warga Baghdad melawan penjarah |
Mereka mengatakan, salah seorang tewas, satu tidak menderita cedera apa pun. Sedangkan, dua orang lagi dilarikan ke sebuah rumah sakit lapangan di tenggara Baghdad, untuk mendapatkan perawatan atas cedera yang mereka alami di Palestine Hotel. Mereka terluka saat Pasukan Amerika bergerak ke pusat kota Baghdad hari Selasa lalu.
Menteri pertahanan Amerika Donald Rumsfeld membantah Irak terjerumus dalam kekacauan.
"Orang merdeka bebas untuk membuat kesalahan, dan melakukan kejahatan, dan melakukan hal-hal yang baik," kata Rumsfeld kepada wartawan.
"Kendati tidak ada orang membenarkan penjarahan, di sisi lain, orang bisa menegrti perasaan terpendam, yang mungkin disebabkan oleh beberapa puluh tahun penindasan," tandasnya.
|
|
|
|