|
 |
Kamis, 17 April, 2003, 20:05 GMT
Saudara tiri Saddam 'tertangkap'
|
|
 Barzan al-Tikriti seperti yang digambarkan oleh militer AS | Saudara tiri Saddam Hussein ditangkap oleh pasukan khusus pimpinan Amerika Serikat di Baghdad, demikian menurut Komando Pusat AS.
Brigadir Jendral Vincent Brooks dari militer AS mengatakan, Barzan Ibrahim al-Tikriti, mantan kepala badan intelijen Irak, ditangkap sendirian setelah penduduk setempat memberikan informasi tentang keberadaannya.
Pengumuman tersebut disambut baik oleh berbagai kelompok pegiat hak asasi manusia, yang menuduhnya melakukan pelanggaran HAM dalam skala besar.
Wartawan BBC Malcolm Brabant di Pusat Komando di Qatar mengatakan bahwa meskipun prioritas untuk menangkap Barzan al-Tikriti cukup rendah dalam daftar orang-orang yang dicari pasukan koalisi, penangkapannya memiliki arti yang sangat besar bagi AS dan kelompok-kelompok pegiat HAM.
Brigjen Brooks mengatakan dalam jumpa pers di Qatar: "Pagi hari, pasukan operasi khusus koalisi, yang didukung oleh marinir AS, menangkap Barzan Ibrahim al-Tikriti."
"Barzan adalah... seorang penasehat bekas pemimpin rezim Irak yang memiliki pengetahuan besar mengenai cara kerja di dalam rezim itu. Tidak ada korban di pihak kami maupun musuh," katanya. | PEMIMPIN IRAK YANG TERTANGKAP | 51. Watban Ibrahim al-Tikriti
52. Barzan Ibrahim al-Tikriti
55. Jendral Amir al-Saadi |
Sebelumnya ia diduga tewas minggu lalu ketika rumahnya menjadi sasaran serangan udara.
"Saat ini kami sedang mengajukan berbagai pertanyaan dan mencari tahu apapun yang dapat kami ketahui dengan menangkapnya," tambah Jendral Brooks.
Lihat daftar 55 orang Irak yang dicari militer AS (dalam bahasa Inggris)
"Ia akan diinterogasi dalam beberapa hari mendatang dan informasi mungkin saja menunjukkan kepada kami bagaiman rezim itu bekerja."
Perkembangan lainnya:
- Presiden Perancis Jacques Chirac mengatakan, keputusan apakah sanksi-sanksi perdagangan terhadap Irak akan diangkat berada di tangan PBB, sementara langkah-langkah diplomatik mengenai masa depan minyak Irak diambil.
- Para pejabat Kurdi di Irak Utara mengatakan mereka menemukan sedikitnya 2000 kuburan tanpa batu nisan dekat sebuah kam militer yang ditinggalkan di kota Kirkuk.
- Kepala badan urusan kebudayaan PBB mendesak AS dan Inggris agar membentuk korps kepolisian untuk melindungi warisan budaya Irak.
- Pasukan AS mengatakan saluran listrik bagi sekitar separuh penduduk Baghdad akan pulih hari Jumat.
'Keadilan'
Barzan al-Tikriti memimpin badan intelijen Irak antara tahun 1979 dan 1983 sebelum menjadi duta besar Irak untuk PBB.
Ia berada dalam urutan ke-52 di daftar orang-orang Irak yang dicari dan saudara laki-laki kedua Saddam yang ditangkap. Saddam Hussein memiliki tiga saudara laki-laki.
Saudaranya Watban Ibrahim al-Tikriti ditangkap dengan perbatasan dengan Suriah akhir minggu lalu.  Watban al-Tikriti ditangkap akhir minggu lalu |
Sejumlah kelompok pegiat HAM menganggap Barzan sebagai salah satu anggota rezim Saddam Hussein yang paling sadis.
Organisasi HAM Indict, yang berbasis di Inggris menuduh Barzan, sebagai kepala badan intelijen, bertanggung jawab atas berbagai insiden pembunuhan dan penyiksaan massal.
Indict menuduhnya secara pribadi melakukan sebagian pembunuhan dan penyiksaan.
Mereka juga menuduh Barzan terlibat dalam penahanan dan pembunuhan beberapa ribu pria yang hilang dari suku Barzani tahun 1983.
Di tahun yang sama, ia diduga menghancurkan dua desa dan mengatur pembunuhan dan pengusiran penduduknya.
"Apabila berita ini benar, kami sangat gembira," kata Direktur Indict, Charles Forrest kepada BBC News Online.
"Ia bukan hanya seorang penjahat yang harus diseret ke pengadilan, ia juga memiliki banyak informasi mengenai cara kerja di dalam sebuah rezim yang telah menjarah negara itu."
Forrest mendukung rencana AS untuk mendirikan pengadilan Irak dibawah undang-undang Irak dengan hakim-hakim Irak untuk mengadili orang-orang yang dituduh melakukan kejahatan perang.
Kuburan-kuburan tak bernisan
"Ini mungkin adalah cara terbaik untuk menciptakan perasaan di kalangan rakyat Irak bahwa keadilan dicapai. Itu akan merupakan contoh yang baik bagi masa depan negri itu."
Berita itu datang disaat para pejabat Kurdi mengatakan mereka menemukan sejumlah kuburan yang kebanyakan tak bernisan di luar kota Kirkuk di utara Irak.
Mereka mengatakan, wilayah itu digunakan oleh tentara Irak untuk mengubur orang-orang Kurdi yang mereka bunuh di akhir tahun 1980-an.
Dalam periode itu sedikitnya 100.000 orang Kurdi dibunuh sebagai bagian dari kebijakan pembersihan etnik Saddam Hussein di Irak.
Tempat kuburan-kuburan itu terletak dekat sebuah bekas pangkalan militer Irak, namun sejauh ini belum ada verifikasi independen atau penggalian besar-besaran di tempat itu.
|
|
|
|