|
 |
Senin, 03 Februari, 2003, 09:11 GMT
Iraq: Amerika akan rekayasa bukti
|

Baghdad pantang surut meski ditekan Amerika Serikat |
Pejabat penghubung Irak dengan tim inspeksi PBB mengatakan, Baghdad memperkirakan Washington akan merekayasa bukti bahwa negaranya menyembunyikan senjata pemusnah massal.
Jenderal Hossam Mohammed Amin mengatakan kepada BBC, dia memperkirakan Menteri luar negeri Amerika Serikat akan mengajukan bahan yang terdiri dari "foto udara atau satelit yang telah direkayasa" saat dia berbicara di depan Dewan Keamanan PBB hari Rabu.
Para pejabat Amerika mengisyarakat bukti yang diajukan Powell akan sangat memberatkan Irak.
Ini permainan politik | | Jenderal Amin |
Majalah berita Newsweek edisi pekan ini melaporkan, transkrip-transkrip rekaman akan mengungkapkan bagaimana para pejabat Irak berencana menyembunyikan sejumlah bahan dari tim pemeriksa senjata PBB< dan membanggakan keberhasilan mereka selama ini.  Jenderal Amin |
Resolusi PBB yang diloloskan sejak Perang Teluk 1991 melarang persenjataan nuklir, kimia, atau biologi di Irak. Amerika dan Inggris mengatakan, jika Bagdad didapati menyembunyikan senjata terlarang, mereka akan melucutinya dengan paksa, jika perlu.
Janji bekerja sama
Jenderal Amin menyebut rencana Powell memberi keterangan kepada Dewan Keamanan PBB sebagai "permainan politik". Dia juga menepis laporan-laporan media, yang menuduh Irak memiliki sejumlah fasilitas yang bisa dipindah-pindahkan untuk memproduksi senjata biologi.
Dia mengatakan kepada wartawan, ada dua laboratorium mobil, namun keduanya diperkirakan untuk pemeriksaan bahan makanan.
Namun, jenderal Amin menegaskan Iraq bersemangat untuk bekerja sama dengan PBB, untuk menemukan senjata ilegal. Dia mengatakan, Bagdhad akan "melakukan yang terbaik" untuk mensukseskan kunjungan dua pimpinan tim inspeksi akhir pekan.
Hans Blix dan Mohamed ElBaradei berharap untuk bisa membujuk Irak, agar mengizinkan penerbangan pesawat mata-mata U2, sebagai bagian dari proses inspeksi, dan memperkenankan wawancara tertutup dengan ilmuwan Irak, dalam putaran kedua pertemuan di Bahgdad dalam kurun 3 pekan.
Namun, Baghdad tidak menyinggung-nyinggung apakah Blix dan ElBaradei akan bisa bertemu Presiden Saddam Hussein.
Amin mengatakan, jadwal kunjungan itu belum dibahas.
"Bukti kuat"
Namum, Washington dilaporkan memiliki bukti kuat bahwa Baghdad curang.
Majalah Newsweek mengutip seorang pejabat intelijen Amerika, yang telah melihat transkrip rekaman yang dibuat oleh Badan Keamanan Nasional, dan mengatakan, "tunggu saja, kami telah memiliki bukti".
Sementara itu, inspektur PBB ditolak masuk fakultas sains sebuah universitas oleh pihak berwenang Kurdi Irak hari Minggu.
Para pejabat di kota Arbil, Irak utara mengatakan, Komisi Pemantau, Verifikasi, dan Inspeksi PBB (UNMOVIC) lalali melapor kepada pemerintah daerah mengenai kedatangan mereka.
|
|
|
|