|
Merayakan lebaran a la London
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Sebagai orang yang dibesarkan di sebuah kota di Indonesia yang merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan khusyuk sekaligus meriah
dan ramai, semenjak hidup di London saya belajar membiasakan diri menikmati Idul Fitri dengan cara sendiri.
Suasana lebaran di London hanya terlihat di perkampungan-perkampungan tertentu yang dihuni para pendatang dari anak benua India atau negara-negara Islam lain. Para pendatang dari Bangladesh dan Pakistan mengenakan kostum tradisional warna warni untuk kaum wanita, meramaikan jalanan di daerah tempat tinggal mereka. Masyarakat Indonesia di London hanya terdiri dari beberapa ribu orang saja dan tinggal terpencar di berbagai daerah. Karena itulah, acara lebaran dipusatkan di kediaman resmi Duta Besar megah dengan halaman yang luas. Sayangnya tahun ini halal bihalal masyarakat Indonesia diadakan pada hari Senin, sehingga anak-anak sekolah dan para pegawai yang tidak libur tidak bisa datang. Pada hari lebaran, rumah duta besar menjadi Indonesia mini tempat masyarakat berkumpul sambil menikmati hidangan lebaran seperti ketupat, opor dan sambal goreng. Aroma makanan yang khas, ditambah asap kretek dan obrolan dalam bahasa Indonesia dan bahasa-bahasa daerah, seolah-olah membawa suasana kembali ke Nusantara. Setelah belasan tahun tinggal di sini, saya sudah kenyang pengalaman untuk menikmati lebaran sepenuhnya. Kenyang dalam arti harfiah dan kiasan, karena setiap lebaran ada beberapa keluarga yang kami tuakan di sini, yang sering kami kunjungi sebagai pengganti kebiasaan berkunjung ke orang tua selama lebaran. Hidangan sedap Kebetulan keluarga-keluarga yang wajib kami kunjungi ini, juga terkenal karena hidangan lebarannya yang sedap.
Di keluarga A, rendangnya yang hitam tapi empuk, tidak ada tandingannya. Di keluarga B, siomay dan mie ayamnya, luar biasa lezat. Karena itu apabila mereka mengadakan open house, pengunjungnya selalu ramai. Secara kecil-kecilan, saya juga berusaha menciptakan suasana lebaran di rumah. Sejak beberapa hari terakhir, sudah ada kue nastar dan kaastengels di meja tamu. Kacang bawang dan mete juga sudah digoreng, siap untuk dihidangkan. Karena susah mendapat daun, ketupat kami buat di kantong plastik . Berhubung lebaran tahun ini jatuh pada hari Minggu, kami mengajak tiga keluarga tetangga ke rumah sesudah sembahyang Idul Fitri. Pokoknya semua dilakukan untuk menciptakan suasana bahagia pada Hari Raya, karena mustahil menciptakan suasana lebaran seperti di kampung halaman. Inggris bukan Indonesia dan zaman sudah berubah. Di kampung saya pun, perayaan lebaran sekarang, pasti sudah tidak sama dengan gambaran lebaran yang ada di benak saya. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||