BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 08 September, 2009 - Published 09:08 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Kuesioner soal kondisi sel tahanan
 

 
 
Kondisi fisik sel penjara di Inggris digambarkan bagus
Kondisi fisik sel penjara di Inggris digambarkan umumnya bagus
Mungkin tidak pernah terbayangkan cerita ini akan terjadi di Indonesia: bahwa para penghuni tahanan disurvei oleh pihak berwenang untuk mengetahui sebagus apa layanan yang mereka dapatkan. Kisah ini terjadi di Inggris tenggara, tepatnya di dalam wilayah hukum kepolisian resor Devon dan Cornwall.

Entah karena ingin dianggap lebih maju dan lebih beradab dalam urusan menghormati para tersangka, kepada 1,000 tahanan polisi diberikan daftar pertanyaan tertulis antara lain meminta jawaban apakah makanan yang disediakan cocok dengan diet mereka, apakah cukup enak, apakah sel mereka bersih, dan juga apakah bahan-bahan bacaan yang diberikan sesuai dengan keinginan mereka.

Seluruhnya ada 41 pertanyaan. Dan cukup detil. Sampai-sampai ditanyakan pula ketepatan waktu penyuplaian berbagai keperluan mereka.

Bahkan, suhu udara di dalam ruangan tahanan pun ditanyakan --terlalu hangat atau terlalu dingin; selain juga pertanyaan apakah mereka ditawari mandi oleh petugas, dan apakah kepada mereka ditawarkan untuk menelefon.

Tak pelak lagi, para petugas kepolisian di wilayah Devon dan Cornwall merasa penyebaran kuisioner model pertanyaan kepada tamu-tamu hotel itu sudah melampaui batas.

Mereka khawatir, para tersangka akan menggunakan tombol lonceng tahanan seperti "hotline untuk room service" yang ada hotel.

Tetapi, sejauh ini tidak terdengar kabar adanya penyalahgunaan tombol sel tahanan sebagaimana dikhawatirkan itu.

Pertanyaannya: apakah kondisi sel tahana polisi di Inggris begitu jelek sehingga ada pemerintah daerah yang merasa perlu menyebarkan survei kepada para tahanan?

Kalau kondisi yang ada sekarang saya kurang bisa memberikan gambaran. Mestinya lebih baik dari waktu ke waktu sejalan dengan tuntutan standar hak asasi manusia yang makin tinggi.

Yang bisa saya utarakan ialah apa yang saya saksikan sendiri ketika saya, sekitar 7 tahun lalu, diminta datang ke salah satu kantor polisi di London untuk menjadi penerjemah seorang warga Indonesia yang terlibat masalah ringan.

Waktu itu, saya masuk ke sel tahanan menjumpai orang tersebut. Sambil berbincang, saya melihat sekeling sel polisi yang berukuran kira-kira 2 meter kali 4 meter itu.

Bersih, tidak ada bau busuk, ada kursi, sementara tempat tidurnya bertilam dan rapi berbalut sprei putih, plus satu bantal.

Meskipun pintunya memang agak menyeramkan, karena terbuat dari besi padat dengan jendela kecil model pintu penjara narapidana, saya menduga tahanan yang menghuni sel itu mestinya tidak akan mengeluh.

Nah, itu 7 atau 8 tahun yang lampau. Saya tidak yakin kondisinya memburuk. Sebab, secara reguler ada inspeksi independen yang dilakukan untuk memeriksa kondisi sel tahanan polisi.

Selain itu, di Inggris ada lembaga yang menetapkan dan mengawasi standar kecemerlangan polisi atau National Centre for Police Excellence.

Badan ini menyusun standar pengasuhan tahanan atau "prisoner car". Gara-gara memenuhi standar inilah, kepolisian resor South Yorkshire di Inggris utara, tahun lalu mengeluarkan biaya 10 juta poundsterling atau sekitar 150 miliar rupiah untuk merenovasi dan membangun fasilitas baru.

Kuisioner 'keterlaluan'

Kembali ke Devon, seorang perwira polisi yang tak mau disebutkan namanya mengatakan, kuisioner itu keterlaluan.

Polisi Inggris bersiap menjalankan tugas
Polisi Inggris bersiap menjalankan tugas

"Orang-orang itu berada di sel bukan tanpa sebab. Mereka bukan datang berliburan ke sini," kata dia.

Dave James, sekretaris Federasi Kepolisian Devon dan Cornwall, mengatakan para tersangka diperlakukan lebih baik dari penghuni hotel.

Dia berkata, "Penghuni hotel saja tidak mendapatkan pertanyaan sedetil itu."

Para perwira senior mengatakan, langkah ini merupakan bagian dari proyek percontohan untuk melihat apakah Polres bisa memperbaiki palayanannya. Kapolres Inspektur Kepala Ivan Trethewey mengatakan,

"Tidak berarti kita akan menyediakan steak sapi untuk makan malam tahanan."

Sementara Frances Crook dari Reformasi Pidana mengatakan, orang-orang yang ditahan polisi itu bukanlah narapidana, dan belum dijatuhi hukuman.

Karena itu, tambahnya, mereka itu hendaklah diperlakukan secara terhormat.

Jadi, dapat dilihat bahwa sebagian polisi tidak rela kalau tahanan menikmati kondisi yang baik; namun mereka dibuat tak berdaya oleh tingginya standar penghormatan terhadap tahanan polisi.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy