BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 06 Juli, 2009 - Published 14:07 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Menangani serangan panas
 

 
 
Wimbledon
Serangan panas menyerang London ketika Wimbledon
Masa-masa kejuaraan Tenis Wimbledon biasanya menjadi salah satu pertanda dari masa hujan di London.

Selama bertahun-tahun --mungkin malah belasan atau puluhan tahun, tapi saya kan baru tinggal di London bertahun-tahun-- Kejuaraan tenis Wimlbedon selalu diwarnai hujan.

Hampir setiap hari ada saja pertandingan yang terganggu hujan, entah itu sekedar gerimis ataupun hujan lebat hingga air tergenang di sekitar lapangan.

Banyak pemain yang merasa dirugikan karena pertandingan dihentikan akibat hujan, ketika dia sedang memimpin dan berada dalam kondisi puncak.

Jadi pengelola Wimbledon memutuskan saatnya perlu atap yang bisa dibuka tutup sesuai kebutuhan, dan tahun ini atap tersebut siap pakai serta sudah dipakai.

Tapi bukan gara-gara hujan. Lapangan perlu cahaya sehingga atap ditutup dan lampu dipasang. Maka sampai pukul setengah 11 malam lebih, lapangan utama Wimbledon terang benderang seperti siang hari, sedang sekitarnya gelap.

Itulah saatnya ketika petenis tuan rumah Andy Murray memerlukan 5 set penuh untuk mengalahkan Stanislas Wawrinka di seperdelapan final.

Serangan panas
Serangan panas
Salah satu yang disarankan adalah minum air putih yang banyak

Tahun ini Inggris memang dilanda serangan panas. Awal Bulan 1 Juli suhu mencapai 32' C dan Kamis keeseokan harinya malah sempat naik lagi ke 33' C.

Buat orang di Indonesia dan kawasan tropis lainnya, cuaca 32' C dan 33'C jelas biasa-biasa saja, tapi buat orang Inggris jelas tidak biasa.

Banyak orang Inggris yang mengeluh musim panas tahun lalu nyaris pelit matahari. Istilah mereka 'tahun lalu mana ada musim panasnya.'

Cuma ketika panas datang, mereka rupanya mengeluh juga.

'Terlalu panas,' kata seorang teman, asli orang Inggris.

Jelas kalau dia tidak sendirian. Kantor Meteorologi Inggris pada pekan terakhir Juni sampai mengumumkan peringatan akan datangnya serangan panas dan menempatkan cuaca panas London serta kawasan Inggris Tenggara pada level 3 dari 4.

Semenara Departemen Kesehatan merasa perlu mengeluarkan saran untuk menghadapi serangan panas, yang dimuat di sejumlah media.

Saran itu sebenarnya tidaklah hebat-hebat sekali.

Misalnya saja, tutup tirai jendela dan jendela yang langsung terkena panas jika suhu di luar lebih tinggi daripada di dalam.

Di Indonesia banyak dijual tirai bambu yang bisa diturunkan kalau ada sinar matahari dan dikerek ke atas kalau mataharinya pergi. Kok repot.

Saran lainnya, siram tanah di sekitar rumah untuk menjaga agar udara sekitar tidak terlalu panas.

Di Indonesia banyak sekali orang yang menyirami tanah di depan rumahnya kalau matahari sedang terik-teriknya, dan biasanya tercium langsung bau tanah naik keatas.

Kearifan lokal
Musim panas
Tak semua warga siap menghadapi cuaca yang lebih panas dari biasa

Pengetahuan seperti itu jangan dianggap juga dimiliki orang Inggris. Banyak ruang duduk dari kaca atau yang disebut conservatory yang sama sekali tidak ada tirainya, karena memang niatnya supaya sinar dari luar masuk lebih banyak berhubung cuaca Inggris yang banyak buramnya dalam setahun.

Mereka memang menyiram tanaman dan rumput, tapi tahun lalu malah ada anjuran jangan menggunakan air berlebihan karena musim kering yang agak panjang.

Mungkin inilah yang sekarang sering disebut-sebut sebagai kearifan lokal.

Orang Indonesia belajar dari kakek neneknya bahwa kalau matahari terik masuk ke dala rumah ya tirai diturunkan.

Orang Inggris melihat matahari, langsung ambil kursi malas dan langsung tidur di taman sambil bermandi terik matahari. Tapi begitu terlalu panas, ada kekutiran mereka jadi bingung.

Itulah sebabnya ada juga saran yang menurut saya amat sederhana. Kalau anda merasa lelah karena kepanasan, segera minum air dan pindah ke tempat yang lebih dingin.

Saya membayangkan oh jadi mungkin ada orang yang langsung semangat berjemur dan setengah jam kemudian merasa lelah. Mungkin dia jadi tertanya-tanya karena biasanya kalau berjemur dia merasa nikmat dan rileks.

Dia lupa bahwa kali ini panasnya tidak seperti biasanya. Dan untunglah ada saran dari Departemen Kesehatan Inggris; maka pindahlah dia ke tempat yang lebih dingin.

Departemen Kesehatan Inggris jelas sadar betul kalau tak semua warganya paham soal cuaca panas dan tak mau mengulang peristiwa di Perancis Tahun 2003 lalu.

Waktu itu serangan panas berdampak pada 15.000 kematian, umumnya orang tua dan mereka yang menghadapi masalah pernafasan.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy