|
Kritik atas anggota parlemen
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Parlemen kali ini bisa dikenal dalam sejarah sebagai parlemen 'tahi sapi.' Tapi ini bukan julukan untuk parlemen hasil pemilihan
umum Indonesia yang baru berlangsung.
Kita sedang membahas parlemen Inggris dan istilah 'tahi sapi' itu dikatakan salah seorang anggota parlemen Inggris, setelah pers Inggris meributkan berbagai laporan mengenai biaya pergantian yang disampaikan oleh para anggota parlemen. Yang memimpin adalah The Daily Telegraph, yang menerbitkan rincian mengenai biaya apa saja yang ditagih para anggota parlemen tersebut. Dari berbagai rincian tersebut, muncul item seperti biaya pupuk kandang untuk taman, dan itulah sebabnya anggota parlemen tadi menyebutkan nantinya yang diingat orang hanya masalah 'tahi sapi' saja ketika masalah ini berlalu. Tapi apa yang sebenarnya terjadi? Masalah ini bermula dari kenyataan bahwa anggota parlemen Inggris biasanya memiliki 2 rumah. Satu rumah di London, karena gedung parlemen nasional berada di London, dan rumah kedua biasanya berada di daerah asal pemilihan mereka. Karena biaya perawatan 2 rumah itu cukup mahal, maka para anggota parlemen ini diperbolehkan meminta biaya pergantian bagi rumah yang dinyatakan sebagai rumah kedua tersebut. Ragam klaim biaya
Nah sejak 2 bulan terakhir, media massa di Inggris mendapatkan berbagai bocoran mengenai biaya pergantian apa saja yang diajukan oleh para anggota parlemen yang berjumlah sekitar 600 orang tersebut. Dan minggu ini, salah satu harian terbesar Inggris --The Daily Telegraph-- memuat rincian biaya pergantian ini dari seluruh partai politik yang ada, baik itu Partai Buruh yang memerintah, partai oposisi Konservatif, dan Liberal Demokrat. Selain biaya pergantian pupuk kandang, ada anggota parlemen yang mengajukan pergantian biaya untuk menggosok celananya, selama 19 kali. Yang lainnya biaya pergantian membersihkan kolam renang atau memasang lampu kristal di rumah mereka. Pada awalnya, ketika berita ini muncul, para anggota parlemen mengatakan mereka bertindak sesuai dengan peraturan yang ada. Tetapi kemarahan publik atas berita-berita ini membuat para anggota parlemen ini mulai kelabakan. Media massa maupun rakyat kebanyakan menyatakan kemarahan mereka, dengan alasan, bahwa para anggota parlemen ini sebenarnya sudah mendapatkan gaji yang cukup, mengapa mereka masih meminta prgantian biaya untuk hal-hal sepele seperti bola lampu rusak di rumah mereka ataupun biaya mengurusi taman. Jelas tidak semua
Perdana Menteri Gordon Brown sudah meminta maaf atas nama seluruh anggota parlemen. Demikian juga dengan Ketua Partai Konservatif, David Cameron, dan Ketua Partai Liberal Demokrat, Nick Clegg. Gordon Brown mengeluarkan permintaan maaf tersebut dalam sebuah acara di London dimana Perdana Menteri bertemu dengan para perawat. Seorang perawat yang hadir dalam acara dengan Gordon Brown tersebut mengatakan bahwa gaji beberapa diantara mereka bahkan lebih kecil dari biaya pergantian yang diminta oleh para anggota parlemen tersebut. Setiap anggota parlemen mendapatkan gaji £ 65.000, yang jelas jauh lebih besar dari rata-rata kebanyakan pekerja di Inggris. Tetapi menurut banyak pengamat, para anggota parlemen ini merasa gaji mereka lebih kecil dibandingkan para eksekutif bisnis, yang gajinya bisa 2 kali lipat. Oleh karena itu mereka kemudian melihat peluang untuk mendapatkan penghasilan tambahan yang sah, dengan meminta kembali pergantian pembiayaan tersebut. Sekarang beberapa anggota parlemen mengatakan akan membayar kembali biaya pergantian tersebut. Menteri Kesehatan Phil Hope mengatakan dia membayar kembali £ 41.000 pondsterling yang dulu digunakan untuk membeli furniture bagi rumahnya. Phil Hope mengakui bahwa reaksi publik yang di luar dugaan membuatnya berpikir ulang untuk mengembalikan biaya tersebut. Tapi jelas tidak semua anggota parlemen Inggris mengajukan pergantian biaya yang ramai diributkan itu. Ada beberapa diantara mereka yang mengatakan gajinya selama ini sudah cukup, walau memang kelompok ini boleh dibilang sangat minoritas. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||