BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 16 Februari, 2009 - Published 12:32 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Bonus besar bankir digugat
 

 
 
Parlemen ingin mendengar keterangan kalangan bankir soal krisis
Parlemen Inggris ingin mendengar keterangan bankir soal krisis
Para direktur dan komisiaris bank-bank besar di Inggris sedang kegerahan, mereka dicerca karena dianggap sebagai penyebab kebangkrutan banyak perusahaan dan melonjaknya tingkat pengangguran.

Seorang anggota parlemen Inggris bernama George Galloway mengatakan masih untung mereka tinggal di sini.

Di RRC, mereka pasti sudah dieksekusi dan keluarganya diminta membayar ongkos peluru.

Ucapan ini memang ekstrim dan keluar dari seorang anggota parlemen yang kontroversial.

Tetapi komentar dia mewakili kemarahan banyak orang yang geram karena para bankir kaya raya ini membuat negara nyaris bangkrut.

Pemerintah Inggris harus mengeluarkan dana ratusan triliun rupiah untuk menyelamatkan bank-bank besar yang nyaris roboh.

Minggu ini para eksekutif dan komisiaris bank-bank besar seperti Royal Bank of Scotland, Halifax Bank of Scotland, Lloyds, Barclays dan HSBC, dipanggil panitia khusus bidang keuangan parlemen Inggris untuk dimintai keterangan.

'Tidak menyangka'

Dalam sidang yang ditayangkan langsung oleh televisi, mereka dicecar berbagai pertanyaan oleh para anggota komisi.

Banyak PHK menimpa di sektor keuangan Inggris
Banyak PHK menimpa di sektor keuangan Inggris

Mengapa mereka tidak bisa mengantisipasi resiko dari produk-produk keuangan rumit yang mereka jual-belikan?

Para bankir hanya mengatakan tidak menyangka sektor properti akan jatuh begitu tajam, mereka hanya bisa minta maaf sebesar-besarnya, tetapi mereka mengatakan para bankir di banyak negara tidak menyangka bahwa keadaan akan serunyam ini.

Pertanyaaan lain yang ada di benak banyak orang dan diajukan oleh para anggota parlemen adalah apa pantas para bankir mendapat bonus begitu besar, berlipat ganda dari pendapat orang biasa, yang ternyata menjerumuskan sektor finansial Inggris ke ambang kehancuran?

Dengan nada penuh penyesalan mereka mengaku bahwa pemberian bonus itu tidak tepat karena mendorong staf mereka mengambil resiko tinggi.

Mereka sendiri mengaku bahwa bonus yang mereka dapat tidak pernah berupa uang kontan, dan selalu berupa saham perusahaan. Artinya mereka berkepentingan agar perusahaan yang mereka kelola tetap untung supaya harga saham mereka naik.

Mereka juga mengaku tidak pernah menjual saham bank yang mereka kelola untuk menunjukkan bahwa mereka pribadi juga rugi besar dengan jatuhnya saham perbankan.

Walaupun tidak dengan nada memelas, para bankir ini berbicara dengan penuh penyesalan tentang bisnis mereka yang gagal.

Mereka juga meminta maaf sebesar-besarnya kepada parlemen dan masyarakat atas keadaan ini.

Tetapi suasana hati masyarakat biasa di Inggris sedang tidak mau menerima permintaan maaf.

'Orang serakah'

Masyarakat awam yang ditanya dalam warta berita, menepis permintaan maaf itu sebagai air mata buaya. Orang-orang serakah sudah lama foya-foya dan sekarang menyeret seluruh negara ke pusaran kehancuran.

Uang poundsterling
Iming-iming bonus besar diyakini mengundang keserakahan

Dengan nada halus, para bankir ini berusaha mengatakan krisis ini bukan melulu salah mereka. Kalau dengar pendapat itu bertujuan untuk mencegah agar krisis keuangan tidak terjadi lagi, kata mereka, peran lembaga-lembaga lain juga harus diselidiki.

Perdana Menteri Gordon Brown keesokan harinya juga dipanggil parlemen.

Lawan-lawan politiknya kesal karena ketika perekonomian Inggris sedang tumbuh pesat, sang Perdana Menteri selalu menepuk dada dengan mengatakan berkat dia lah negara makmur. Sekarang pada saat negara sedang susah, yang dia tuding adalah faktor-faktor internasional.

Ketika ekonomi Inggris sedang menggelembung seperti busa sabun, hanya sedikit pakar yang memperingatkan bahaya yang menghadang.

Sekarang, setelah gelembung udara itu meletus, semua orang sibuk mencari kambing hitam.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy