|
Iklan lowongan teman minum
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Sebuah iklan menjadi berita besar di Inggris, walau iklan itu cuma ditulis tangan dan dipajang di kantor pos di sebuah kampung
kecil di Hampshire, Inggris Barat.
Isinya, mencari orang yang bersedia menemani seorang bapak berusia 88 tahun ke pub untuk menenggak bir sambil ngobrol. Gajinya 7 poundsterling per jam dan kerjanya sekitar 2 malam seminggu. Semua pengeluaran ditanggung, termasuk bir gratis untuk si pekerja itu. Iklan itu dipasang oleh putranya. Buat masyarakat Inggris yang punya tradisi bersosiliasi ke pub sekalipun, iklan itu terasa agak aneh. Apakah bapak berusia 88 tahun itu, Jack Hammond, demikian candunya minum bir, apakah dia tidak bisa minum bir di rumah saja, dan apakah anaknya tak bisa menemaninya. Orang dibayar khusus untuk menemani minum bir di pub? Edan apa... Tapi pendengar, sebenarnya cerita rada rumit. Jack Hammond, sebelumnya tinggal di Barton on Sea, sebuah kota pantai Inggris, dan istrinya sudah meninggal 12 tahun lalu. Urusan perkawanan Hidup sendiri, dia kemudian pergi pub 4 kali semalam untuk ngobrol dengan teman-temannya, sambil menenggak bir tentunya.
Usia semakin tua, anak-anaknya tak tenang meninggalkan ayahnya sendirian terpisah puluhan kilometer. Maka dipindahkanlah dia ke rumah jompo dekat dengan rumah anaknya, tapi jauh dari konco-konco dekatnya. Disinilah soal pertamanya. Dia kesepian. Soal kedua, ada sebenarnya teman pria di rumah jompo dan mereka sudah pernah mencoba minum bareng sambil ngobrol, tapi rupanya tak berhasil. Yang satu petani sementara Jack Hammond pernah bertugas pada masa perang dunia kedua di Mumbai sehingga obrolan mereka tidak nyambung, begitulah kata Michael, anaknya yang memasang iklan itu. Soal topik pembicaraan itu juga yang membuat anaknya tak cocok jadi teman ke pub. "Bapakku bukanlah pecandu alkohol tapi perkawanan yang dia rasakan hilang," tambah Michael. Jadi ada persyaratan untuk menjadi karyawan pendamping minum bir itu. Pemahaman tentang Perang Dunia Kedua amat perlu, juga golf karena Jack Hammond dulu suka golf. Bukan perempuan Adapun calon perempuan tidak akan diterima. "Dia senang perempuan, tapi agak aneh kalau pergi ke pub dengan seorang perempuan yang asing," tutur putranya.
Sekarang Michael sedang menseleksi para pelamar karena ada 4 orang yang ternyata tertarik dengan pekerjaan, yang menurut si pemasan iklan, adalah pekerjaan yang mungkin terbaik di seluruh dunia. Kemungkinan yang akan terpilih adalah seorang pria berusia 78 tahun yang masih bisa mengemudi namun keluarga Hammond memutuskan bahwa lamaran belum ditutup karena mereka ingin mencari teman ngobrol ayahnya yang paling asyik. Saya sebenarnya tertarik juga untuk melamar. Tradisi ber-lisoi di lapo tuak toh kami kenal juga di kampung halaman di Sumatera Utara sana, juga sambil ngobrol atau kalau sudah kebanyakan tuaknya ya saling membual. Dan sama dengan pub-pub di kawasan pedesaan Inggris, tuak di lapo juga beragam rasanya karena dibuat di industri rumah tangga. Ada bir enak yang cuma ada di pub sana, ada tuak enak di lapo sini. Tapi saya yakin tak akan lulus, karena tentulah akan amat sulit menjalin pembicaraan dengan seorang gentlemen Inggris dari generasi Perang Dunia kedua dulu. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||