http://www.bbc.com/indonesian/

27 November, 2006 - Published 13:04 GMT

Pengadilan Saddam berlanjut

Berita 2 Bahasa BBC membahas persidangan Saddam Hussein dalam kasus pembantaian warga Kurdi di Anfal dan pengadilan tokoh ultranasionalis Serbia, Vojislav Seselj atas dakwaan kejahatan perang.

Jika anda memiliki komentar atau tanggapan atas Berita 2 Bahasa dari BBC, silakan mengirim e-mail ke indonesian@bbc.co.uk.

Jangan lupa juga bahwa pelajaran bahasa Inggris di radio bisa anda ikuti setiap pagi dalam Siaran BBC pada pukul 0500 WIB.

Saddam's trial continues

A lawyer defending one of the men accused of war crimes alongside the deposed Iraqi leader, Saddam Hussein, claims that a foreigner has given him a list of witnesses he should call. The lawyer, Bedia Araf, who represents the former Iraqi military intelligence chief, Farhan al-Jubouri, said the foreigner, either an American or Canadian, had given him a list of thirty names.

As the trial re-opened, Mr Araf demanded to be allowed to call those on the list as witnesses. He said the foreigner who had given him the list claimed to have the power to get his client released or convicted. In angry exchanges, the judge expressed impatience that the defence was being slow to provide lists of their proposed witnesses.

Saddam Hussein and six co-defendants are accused of war crimes in connection with a military campaign against Iraqi Kurds in the nineteen-eighties. The court proceedings resumed as the Iraqi capital, Baghdad, reopened following a three-day curfew imposed after the deaths of more than two-hundred people in bombings last Thursday and Friday.

Sidang pengadilan Saddam berlanjut

Penasihat hukum salah seorang tersangka penjahat perang yang diadili bersama pemimpin terguling Irak, Saddam Hussein, menyatakan, seorang warga asing telah memberi daftar nama para saksi yang dia ajukan. Pengacara Bedia Araf, yang mendampingi mantan kepala intelijen militer Irak, Farhan al-Jubouri, mengatakan, warga asing itu, yang mungkin orang Amerika atau Kanada, memberia dia daftar 30 nama. Saat sidang dilanjutkan, Araf menuntut agar diperkenankan memanggil orang-orang dalam daftar itu sebagai saksi. Dia mengatakan, warga asing yang memberia dia daftar itu mengakui memiliki kewenangan untuk menentukan apakah kliennya dibebaskan atau dinyatakan bersalah. Dalam adu mulut penuh kemarahan, hakim menyatakan menyatakan kekesalannya bahwa pembela bertindak lamban untuk mengajukan daftar saksi yang diusulkan.

Saddam Hussein bersama dengan enam tersangka lain diadili sehubungan pembunuhan massal warga Kurdi dalam operasi militer yang disebut kampanye Anfal pada tahun 1980-an. Pengadilan ini dimulai kembali bersamaan dengan dicabutnya larangan keluar rumah yang diberlakukan di Baghdad selama tiga hari setelah kematian lebih dari 200 orang dalam pemboman hari Kamis dan Jumat.


British lawyer defens Serbian ultra-nasionalist

The Serbian ultra-nationalist politician, Vojislav Seselj, has lost his right to conduct his own defence after he refused to attend the opening of his trial in The Hague. He's charged with war crimes in Croatia and Bosnia-Hercegovina during the wars in the former Yugoslavia in the nineteen-nineties. The court has now appointed a British attorney to represent Mr Seselj. Prosecutors at the International War Crimes Tribunal say he was one of the key accomplices of the late Serbian leader, Slobodan Milosevic, in a plot to create a greater Serbia and rid it of non-Serbs.

He's accused of inciting Serb soldiers and militias to kill Croats and Muslims, many of whom were incarcerated, tortured, raped and killed in concentration camps. Mr Seselj denies all charges against him. He's been on hunger strike for two weeks and was not in court. he demanded the right to choose his own lawyers to help him conduct his own defence and wanted unrestricted visits from his wife.

Pengacara Inggris dampingi ultranasionalis Serbia

Politisi ultra nasionalis Serbia, Vojislav Seselj, diadili di pengadilan internasional Den Hag dengan tuduhan kejahatan atas kemanusiaan dan kejahatan perang di Krosia dan Bosnia Hersegovina pada masa perang di wilayah bekas Yugoslavia tahun 1990-an.

Jaksa penuntut dalam Mahkamah Kejahatan Perang Internasional mengatakan dia merupakan salah satu rekan penting mantan pemimpin Serbia, mendiang Slobodan Milosevic, dalam upaya untuk membentuk Serbia Raya dan memusnahkan non-Serbia.

Seselj dituduh menghasut tentara dan militan Serbia untuk membunuh warga Kroasia maupun Muslimin, dan sebagian besar korban dipenjara, disiksa, diperkosa, dan dibunuh. Seselj membantah semua tuduhan dan melakukan aksi mogok makan selama dua minggu maupun tidak bersedia hadir di pengadilan. Dia menuntut diberi hak untuk memilih penasehat hukumnya sendiri dan juga kunjungan tidak terbatas bagi istrinya.