|
Perombakan kabinet Korsel | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Berita Dua Bahasa BBC kali ini menyajikan berita tentang perombakan kabinet Korea Selatan dan dan pasukan NATO di Afghanistan. Jika anda memiliki komentar atau tanggapan atas berita 2 Bahasa dari BBC, silakan mengirim e-mail ke indonesian@bbc.co.uk. Silakan juga simak pelajaran bahasa Inggris di radio yang Anda bisa ikuti setiap pagi dalam Siaran BBC pada pukul 0500 WIB. South Korean reshuffle
The South Korean president Roh Moo-hyun has conducted a cabinet reshuffle involving foreign and security ministers, less than a month after North Korea conducted its first nuclear weapons test. Song Min-soon, the president's security advisor, becomes the new foreign minister following the appointment as United Nations secretary-general of the previous holder of the post, Ban Ki-moon. A new unification minister, a key position in relations with the North, has also been named. He's Lee Jae-joung, a former lawmaker from the governing Uri Party. The army chief of staff, Kim Jang-soo, becomes the new defence minister. Perombakan kabinet Korea Selatan Presiden Korea Selatan Roh Moo-hyun melakukan perombakan kabinet yang meliputi menteri luar negeri dan menteri pertahanan, kurang dari satu bulan setelah Korea Utara melakukan uji coba senjata nuklir. Song Min-soon, penasehat keamanan presiden ditunjuk menjadi menteri luar negeri menyusul pengangkatan Menteri Luar Negeri sebelumnya, Ban Ki-moon sebagai Sekretaris Jenderal PBB. Menteri unifikasi yang merupakan jabatan penting dalam hubungan dengan Korea Utara, juga diisi dengan orang baru. Dia adalah Lee-Jae-joung, mantan anggota parlemen dari Partai Uri yang sedang berkuasa. Kepala Staf Angkatan Darat, Kim Jang-soo menjabat menteri pertahanan baru. NATO troops in Afghanistan
The British commander of NATO forces serving in Afghanistan has said he hasn't enough troops to secure swift victory over the Taleban and other insurgents behind this year's big increase in attacks. In an interview with the Financial Times newspaper, Lieutenant General David Richards said he did have enough troops to make improvements in reconstruction and keep Afghans confident in NATO and in the Afghan government -- but not to achieve victory on the ground within the next six months. General Richards commands more than thirty-thousand forces from thirty-seven nations. He said he hoped fighting would subside during winter, allowing NATO troops to move ahead with reconstruction and governance. The general said the intensified fighting that has claimed more than three-thousand lives this year has subsided recently. Pasukan NATO di Afghanistan Panglima NATO asal Inggris yang bertugas di Afghastina mengatakan, dia tidak memiliki cukup tentara untuk memastikan kemenangan cepat atas Taleban dan gerilyawan perlawanan yang terlibat dalam peningkatan drastis serangan. Dalam wawancara dengan koran the Financial Times, Letnan Jenderal David Richards mengatakan, dia memiliki cukup tentara untuk meningkatkan rekonstruksi dan menjaga agar warga Afghanistan tetap yakin terhadap NATO dan pemerintahan Afghanistan, namun bukan untuk mencapai kemenangan di lapangan dalam waktu enam bulan ke depan. Jenderal Richards memimpin lebih dari 30.000 tentara dari 37 negara. Dia mengatakan, dia berharap pertempuran akan mereda selama musim dingin, dan memungkinkan pasukan NATO melanjutkan rekonstruksi dan menata pemerintahan. Sang Jenderal mengatakan, pertempuran yang merebak menelan lebih dari 3.000 jiwa tahun ini telah menurun baru-baru ini. | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||