BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 29 Mei, 2006 - Published 14:50 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
Krisis di Timor Leste
 
Kerusuhan di Dili, Timor Leste
Kerusuhan yang diwarnai kekerasan merebak di Dili, Timor Leste
Tingkatkan kemampuan belajar Bahasa Inggris anda dengan membaca berita internasional dalam dua bahasa.

Dan jika anda punya komentar, pertanyaan, atau tanggapan, silakan kirim lewat email ke indonesian@bbc.com.

East Timor crisis

Security in the East Timorese capital, Dili, is still fragile, four days after foreign troops started arriving to help restore order. Violence between sections of the population and between different factions of the armed forces has largely been brought under control. But there's been widespread looting, and local gangs armed with machetes are still wandering the streets. The East Timorese president, Xanana Gusmao, has called for calm and reconciliation. He's been meeting the prime minister, Mari Alkatiri, to try to work out how to end the crisis.

A BBC correspondent in Dili says Mr Alkatiri remains deeply unpopular, with some accusing him of taking the country to the brink of civil war. Tens of thousands of people have fled from their homes. Our correspondent says the presence of foreign troops, mostly from Australia, has helped calm the situation, but that they are finding it hard to deal with the disintegration of law and order.

Krisis di Timor Leste

Keamanan di ibukota Timor Leste, Dili, masih tidak menentu, empat hari setelah pasukan asing tiba untuk membantu memulihkan keadaan. Sebagian besar bentrokan antara sebagian penduduk dan antara berbagai faksi tentara telah mereda. Namun penjarahan banyak terjadi. Sejumlah kelompok dengan pisau masih berkeliling di jalan jalan. Presiden Timor Leste, Xanana Gusmao menyerukan agar penduduk tenang dan melakukan rekonsiliasi. Ia mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri, Mari Alkatiri untuk mencari jalan mengakhiri krisis.

Wartawan BBC di Dili mengatakan Alkatiri masih tetap tidak disenangi dan sejumlah kalangan menuduhnya membawa negara itu ke ambang perang saudara. Puluhan ribu warga mengatakan, kehadiran pasukan asing, yang kebanyakan berasal dari Australia membantu menenangkan keadaan, tapi mereka mendapati tidak mudh untuk menangani ambruknya hukum dan ketertiban.

Afghan riot

Anti-American protestors have been rioting in the Afghan capital, Kabul, after a number of people were killed in a traffic accident involving a US-led military convoy. Protestors attacked cars, police posts and buildings, and exchanged gunfire with the security forces.

The unrest lasted for more than two hours, and claimed more lives: one report says a total of twenty people were killed during the day, though this has not been confirmed. The BBC Kabul correspondent says the unrest is now over and there is a heavy security presence on the streets. He says it was the biggest anti-American protest since the fall of the Taleban.

Kerusuhan Afghanistan

Pengunjuk rasa anti Amerika di ibukota Afghanistan Kabul melakukan protes setelah sejumlah orang tewas dalam kecelakaan lalu lintas yang melibatkan konvoy militer Amerika Serikat. Pengunjuk rasa menyerang mobil mobil, pos polisi dan sejumlah gedung, serta terlibat tembak menembak dengan pasukan keamanan.

Kerusuhan itu berlangsung lebih dari dua jam dan menelan sejumlah korban tewas. Saalah satu laporan menyebutkan, dua puluh orang terbunuh, namun berita ini belum dapat dikukuhkan. Wartawan BBC di Kabul mengatakan, kerusuhan telah berlalu dan pengamanan ditingkatkan di jalan jalan. Ia mengatakan, unjuk rasa anti Amerika itu adalah yang terbesar sejak jatuhnya Taleban.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy