|
Masalah paska banjir Filipina
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Prsiden Gloria Arroyo membuka halamam Istana Malacanang untuk menampung para korban banjir. Dia juga menyumbang 2 bulan gajinya dan meminta para menteri mengambil tindakan serupa
Para petugas bantuan mengatakan kebutuhan bantuan pangan dan obat-obatan melebihi cadangan. Pemerintah Filipina sudah meminta bantuan internasional
Pemerintah memperkirakan sekitar 390.000 orang tinggal di tempat-tempat penampungan darurat.
Sekitar 80% wilayah ibukota Manila, dan kawasan di sekitarnya, tergenang air. Sebagian besar warga yang mengungsi kini tergantung pada bantuan pangan.
Para petugas kuatir dengan penyebaran penyakit menular karena keterbatasan air bersih. Mereka berjuang melawan flu babi, diare, dan leptospirosis
Sebagian besar penduduk sudah berhasil dipindahkan keluar dari kawasan banjir namun masih ada yang terkepung air dua hari setelah Badai Ketsana menyerang.
Sistem saluran air yang buruk di sejumlah kawasan pemukiman membuat air masih tetap menggenang.
Diperkirakan 240 orang dalam bencana banjir akibat Badai Ketsana, namun ada kekuatiran korban tewas masih akan bertambah. |
Berita utama saat ini
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||