|
Drama udara pesawat Qantas
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Lubang seukuran mobil menganga dari badan pesawat Boeing 747 milik Qantas diteliti di bandara Manila. Pesawat penumpang Australia itu tengah dalam perjalanan dari Melbourne dari London.
Kapten John Francis Bartels (kanan) memeriksa kerusakan setelah pesawat mendarat selama, menyusul kecelakaan sekitar satu jam setelah meninggalkan Hong Kong, tempat pesawat itu singgah.
Meski suara ledakan keras terdengar, dan angin menerobos ke dalam kabin pesawat, penumpang tetap tenang, mengenakan masker oksigen selagi pilot melakukan pengurangan ketinggian sebagai langkah darurat.
Sebagian penumpang meluapkan rasa lega setelah pesawat mendarat selamat di bandara Manila, Filipina
Selagi menunggu diangkut dengan bus ke tempat akomodasi yang disediakan Qantas, sebagian penumpang segera menghubungi keluarga atau kerabat mereka melalui telepon genggam
Senyum lebar tanda kelegaan dari 346 penumpang dan 19 kru dari penerbangan Penerbangan QF30, sementara tingkat kerusakan pesawat mulai semakin jelas. Penyebab kerusakan itu sendiri masih diselidiki. |
Berita utama saat ini
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||