BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 28 Januari, 2008 - Published 12:13 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Foto: Pemakaman Suharto
 

Prajurit membawa foto mendiang Suharto dan karangan bunga

Mantan Presiden Suharto yang wafat pada usia 86 tahun dimakamkan dalam upacara kenegaraan di Astana Giribangun, Karang Anyar, Jawa Tengah.

Peti jenazah Suharto diusung oleh para prajurit

Prajurit dari empat angkatan mengusung peti jenazah mantan presiden yang memerintah Indonesia 32 tahun.

Warga Jakarta memadati rute jalan yang dilalui konvoi duka

Ribuan orang memadati jalan di Jakarta untuk menyaksikan konvoi yang membawa peti jenazah Suharto ke Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma.

Warga melambaikan tangan untuk menyampaikan selamat jalan terakhir

Bagi banyak orang di Indonesia, pemerintahan Suharto - yang dikenal sebagai "bapak pembangunan" - membawa banyak kemajuan dan modernisasi.

Seorang pria menitikkan air mata ketika konvoi duka mendiang Suharto melintas

Beberapa orang menitikkan air mata - tetapi tidak semua menangisi kepergian Suharto. Sekitar setengah juta orang tewas dalam penumpasan PKI tahun 1960an.

Peti jenazah Pak Harto dibawa ke dalam pesawat untuk diterbangkan ke Solo

Setelah prosesi dari kediaman di Jalan Cendana, jenazah Suharto diterbangkan ke Solo untuk dimakamkan di kompleks makam keluarga.

Seorang wanita melampaikan tangan ketika pesawat meninggalkan Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma

Di saat pesawat yang membawa jenazah meninggalkan Lanud Halim, para pelayat melambaikan tangan untuk menyampaikan selamat jalan terakhir.

Warga Solo berbondong-bondong menyambut jenazah Suharto

Di Solo, ribuan orang menyambut kedatangan jenazah mantan presiden Suharto di bandar.

Mobil yang membawa jenazah mendiang mantan presiden Suharto

Suharto dimakamkan di kompleks makam keluarga di Astana Giribangun, di samping makam mendiang Ibu Tien, yang wafat pada tahun 1996.

Hutomo Mandala Putra dan Bambang Trihatmojo mendampingi peti jenazah Suharto

Keluarga termasuk putra Suharto, Hutomo Mandala Putra dan Bambang Trihatmojo mendampingi peti jenazah ayah mereka.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy