|
Kehidupan politik Benazir Bhutto
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Darah politik mengalir di tubuh Benazir Bhutto. Di usia 19 tahun, dia menemani menlu India sewaktu ayahnya, PM Zulfikar Ali Bhutto, bertemu Indira Gandhi.
Benazir tidak lama setelah menyelesaikan pendidikan di Universitas Oxford tahun 1977. Wanita yang lahir tahun 1953 itu juga mendapat pendidikan di Harvard.
Nyonya Bhutto dua kali menjadi PM Pakistan. Yang pertama antara 1988-1990, pada tahun-tahun terakhir pemerintahan PM Inggris Margaret Thatcher.
Peran suami Bhutto, Asif Zardari, terbukti kontroversial pada kedua masa jabatan Bhutto. Suaminya dituduh mencuri uang negara. Tuduhan ini dibantah.
Benazir Bhutto pada tahun 1991 semasa pemerintahan saingannya, Nawaz Sharif. Dia dipecat pada tahun 1990 dengan tuduhan korupsi namun tidak pernah diadili.
Nyonya Bhutto terpilih kembali pada tahun 1993 dan menjabat sebagai perdana menteri sampai tahun 1996, kemudian kembali dicopot karena dituduh korupsi.
Dia menetap di Pakistan hingga 1999 tetapi kemudian mengasingkan diri di luar negeri ketika hartanya dan suaminya dipertanyakan.
Bhutto mengasingkan diri setelah Musharraf merebut kekuasaan tahun 1999. Tetapi dia selalu ingin pulang - di sini dia bertemu Nawaz Sharif di London tahun 2006.
Akhirnya, pada bulan Oktober 2007, dia terbang dari Dubai ke Pakistan untuk menantang pemerintahan Jenderal Musharraf.
Tak lama kemudian, dia selamat dari serangan bom terhadap konvoi yang membawanya di kota Karachi, yang menewaskan lebih dari 100 orang.
Tapi Nyonya Bhutto tak gentar dan terus berkampanye untuk memulihkan demokrasi, dan menjadi perdana menteri ketiga kalinya, kata sebagian orang. |
Berita utama saat ini
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||