09 November, 2007 - Published 16:26 GMT
Bone Tambung merupakan salah satu pulau di Indonesia yang terancam tenggelam jika permukaan air laut naik 1 meter pada 2030, seperti yang diperkirakan ilmuwan. Tanggul buatan penduduk Bone Tambung tak mampu menahan seran gan air laut, yang semakin tinggi dan juga semakin kuat. Jalanan beton yang mengelilingi Bone Tambung yang dihuni sekitar 400 warga terputus dihantam ombak besar pada bulan suci Ramadan 2007. Zaenal, seorang penduduk Bone Tambung yang rumahnya berada sekitar 10 meter dari garis pantai normal, menunjukkan ketinggian air saat banjir terakhir. Guru ngaji Icah di depan rumahnya yang dilindungi tanggul buatan warga. Saat banjir tahun ini rumahnya masih tidak dimasuki air, namun air semakin tinggi. Sekretaris Kelurahan Barrang Caddi, Hamsah, menunjukkan garis pantai sebelumnya. Duabelas rumah hilang karena abrasi di Pantai Barat Pulau Barrang Caddi. Rumah tembok ini tinggal setengah dari luas awal ketika dibangun 10 tahun lalu. Ketika ombak menghantam tak ada korban karena penghuni sedang tidak di rumah. Harris tiga kali memindahkan rumahnya karena ombak semakin tinggi, namun kini dia tak bisa memundurkan rumahnya lagi karena tak ada ruang kosong. Pantai Timur Barrang Caddi sudah aman dilindungi oleh tanggtul dari kayu ramin yang dibangun pemerintah kota Makassar. Salah satu ruang kelas SD Negeri Barrang Caddi sudah sempat hilang ditetlan ombak sebelum tanggul didirikan.








