BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 12 Oktober, 2009 - Published 10:26 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Etnis minoritas di tengah mayoritas Han
 
Warga Uighur adalah salah satu kelompok etnis minoritas di Cina
Warga Uighur adalah salah satu kelompok etnis minoritas di Cina
Kerusuhan di Urumqi, Xinjiang dan Lhasa, Tibet mematahkan mitos mengenai Cina yang monolitik, kata pakar masalah Cina dan Uighur Profesor Dru Gladney dari Pomona College di California, AS.

Saat Republik Rakyat Cina memperingati ulang tahun ke-60, media resmi Cina berlomba menurunkan artikel mengenai kerukunan antar- etnis.

Mereka juga menggarisbawahi cara pemerintah menangani kemiskinan di kalangan etnis minoritas.

Namun, kerusuhan di Xinjiang beberapa bulan lalu dan juga kerusuhan di Tibet tahun lalu mendorong banyak pihak menyoroti ketegangan antar etnis minoritas dan warga etnis mayoritas Han

Taman tematis di kota Kunming di belahan barat Cina bisa menjadi simbol keragaman etnis di negara berpenduduk lebih dari satu miliar jiwa

Taman ini tak ubahnya atraksi Disneyland, hanya saja atraksinya berupa kelompok etnis yang ada di Cina, lengkap dengan miniatur desa tradisional, panggung hiburan dan kios cinderamata.

"Warga etnis minoritas sama dengan warga lain Cina. Kami warga satu negara yang sama, hanya berbeda dalam gaya hidup dan kebiasaan," kata Chen.

 Kami warga satu negara yang sama, hanya berbeda dalam gaya hidup dan kebiasaan
 
Chen Yu
Pemandu Wisata

Meski demikian, Warga Han sangat tertarik untuk mengenal mnoritas etnis, sebab cara hidup mereka berbeda dengan cara kami. Tapi, kami semua orang Cina.

Di miniatur desa warga etnis minoritas Dai, rekaman musik tradisional dikumandankan dari beberapa pengeras suara yang bergantung di pepohonan.

Dengan mengenakan busana tradisionalnya, Feng Yue Suo Bai, menunggu kesempatan untuk tampil di panggung di hadapan massa pengunjung.

Menurut wanita ini, warga minoritas di Cina tidak berbeda dengan mayoritas etnis Han.

"Minoritas juga warga Cina. Hanya saya mereka memiliki bahasa dan budaya yang berbeda," kara Feng.

Meski demikian, dia mengatakan, kebiasaan warga minoritas kini semakin sama dengan warga mayoritas Han. "Orang yang tinggal di pegunungan jauh dari kota masih berbeda. Tapi, warga yang tinggal di dekat perkotaan semakin mirip," katanya.

Dari segi komposisi etnis, Cina sebenarnya lebih beragam daripada yang disadari kebanyakan orang.

Hampir satu dari setiap 10 orang penduduk Cina berasal dari kalangan etnis minoritas.

Seorang peneliti sosial pada lembaga Asia Pasifik di Beijing, Dr Xu Liping mengatakan, ada 56 suku bangsa atau kelompok etnis minoritas di Cina.

Menurut Xu, jumlah warga minoritas mencapai 5% persen dari keseluruhan warga Cina.

'Sangat sensitif'

Masalah etnis juga urusan sangat sensitif di Cina. Banyak orang di negara ini sangat berhati-hati saat berbicara dengan wartawan asing soal keberadaan kelompok etnis minoritas.

Peta lokasi Xinjiang

Tindak kekerasan di Tibet tahun lalu, dan juga gejolak di Xinjiang pertengahan tahun ini membuat isu etnis tabu untuk dibicarakan.

Profesor Yang Zong Liang adalah warga etnis minoritas Zhuang.

Pandangannya mengenai keragaman etnis di Cina tidak berbeda dengan garis "sikap partai komunis"

Menurut Profesor Yang, Cina berbeda dari negara lain.

"Menurut tradisi, bangsa Cina berfungsi seperti kekuatan sentrifugal yang mempersatukan warga. Kepaduan dan solidaritas adalah pandangan arus utama di sini," kata Yang.

"Namun, keadaan sekarang sangat berbeda dengan kehidupan sebelum masa pembebasan pada tahun 1949....Kaum-kaum etnis minoritas memiliki jatidiri Cina yang lebih kuat," tambah Profesor Yang.

 Namun, keadaan sekarang sangat berbeda dengan kehidupan sebelum masa pembebasan pada tahun 1949....Kaum-kaum etnis minoritas memiliki jatidiri Cina yang lebih kuat
 
Profesor Yang Zong Liang

Isu bagaimana berbagai kelompok etnis ini membaurkan diri ke dalam masyarakat secara damai selalu menjadi masalah penting sejak negara Cina dibentuk.

Doktor Xu Liping mengatakan, pemerintah Cina berhati-hati saat menangani berbagai suku bangsa minoritas.

Dia mencontohkan kebijakan keluarga berencana satu anak satu keluarga.

Menurut Xu, ketentuan tersebut diterapkan secara ketat terhadap kota warga kota, namun diperlonggar terhadap warga etnis minoritas.

Dr Xu Liping, peneliti sosial pada lembaga Asia Pasifik di Beijing.

Bagaimana pun, isu hubungan antaretnis di Cina mendapat sorotan tajam pasca kerusuhan komunal di Tibet dan Xinjiang.

Pemerintah Cina menghendaki citra Cina sebagai negara tempat berbagai kelompok etnis bisa hidup berdampingan secara damai, seperti yang terlihat di taman tematis di Kunming.

Tapi, enam puluh tahun setelah Partai Komunis berkuasa, realita yang muncul adalah mewujudkan kerukunan antaretnis di tengah keragaman bukanlah urusan mudah.

 
 
Paket Minggu: isu ketegangan antar-etnis di Cina
10 Oktober, 2009 | Berita Dunia
Merunut akar masalah di Xinjiang
13 Juli, 2009 | Laporan Mendalam
Permusuhan antar etnis di Cina
09 Juli, 2009 | Laporan Mendalam
Uighur tolak kebijakan Cina
07 Juli, 2009 | Laporan Mendalam
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy