BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada:
 
Email kepada teman   Versi cetak
Setelah tentara AS ditarik ke basis
 

 
 
Sebagian warga bersuka cita saat serdadu AS keluar dari Baghdad
Sebagian warga bergembira saat serdadu AS keluar dari Baghdad
Bagaimana mulai ditariknya pasukan tempur Amerika dari kota-kota utama Irak di penghujungi Juni dipandang di dalam dan di luar Irak?

Enam tahun setelah invasi yang menumbangkan rezim Saddam Hussein, pasukan Irak memikul tanggungjawab keamanan, sementara pasukan tempur Amerika mundur dari kota kecil dan besar di seluruh penjuru Irak.

Banyak warga Irak di Baghdad meluapkan suka cita mereka dengan berpesta di jalanan, termasuk di taman terbesar di ibukota Irak, Zawra.

Hari mundurnya serdadu Amerika dari kota-kota di Irak memiliki beragam arti bagi setiap warga Irak.

Perdana Menteri Irak menyatakannya sebagai hari Kemenangan besar bagi bangsanya.

Bagi Ibu guru Suhad Taha, yang menjabat wakil kepala sekolah di Sekolah Umi Ayser di Baghdad, perkembangan ini merupakan momen yang menjanjikan perubahan dalam kegiatan pendidikan sehari-hari.

Bersama puluhan guru lain, Suhad mengajar sekitar 325 anak balita.

Menurut Taha, kehadiran dan kegiatan pasukan Amerika meninggalkan dampak psikologis mendalam bagi anak didiknya.

"Semua anak-anak, bahkan yang kecil sekalipun, tahu segalanya tentang serdadu Amerika. Anak-anak meniru mereka," kata Suhad.

"Mereka tahu benar seragam mereka dan jenis senjata yang mereka gunakan, senapan, pisau, tapi semua itu tidak membuat mereka takut," tambahnya.

Menurut penuturan Suhad, ditanya mengapa mereka terlambat, anak-anak usia empat tahun, atau bahkan dua tahun akan menjawab," ada konvoi Amerika di depan kami', atau 'ada pemeriksaan yang menyebabkan kemacetan lalulintas'.

Harapkan perubahan

Kini, Ibu Guru Suhad Taha berharap keadaan berubah setelah pasukan Amerika meninggalkan kota Baghdad, dan masuk ke basis militer mereka di luar kota.

Sebelum penarikan, banyak tentara asing dikerahkan di tengah warga sipil Irak
Sebelum penarikan, banyak tentara asing aktif di tengah warga sipil

"Kami harap segalanya akan lebih baik ketika pasukan Amerika mundur," katanya.

Suhad mengharapkan, pasukan keamanan Irak benar-benar mampu menciptakan rasa aman bagi warga kota.

"Orang Amerika dikatakan sudah melatih mereka lima tahun ini. jadi, kami harap mereka akan siap," katanya

Bagi pejabat Amerika di Baghdad, mereka sudah berbuat cukup untuk mempersiapkan pasukan keamanan Irak.

 Orang Amerika dikatakan sudah melatih mereka lima tahun ini. jadi, kami harap mereka akan siap
 
Suhad Taha
Guru di Baghdad

Duta besar AS di Bagdhad Christopher Hill mengatakan, pasukan Irak telah mendapat banyak pelatihan dan komunikasi.

"Jadi, kami yakin mereka siap....Mungkin ada beberapa masalah, tapi kami yakin, kami benar-benar [melihat] ini saatnya kami melakukan ini," ujar Hill.

Sekitar 4.000 serdadu Amerika tewas di Irak sejak invasi tahun 2003. Pasutri Angela and Nubbin Johnston dari kota kecil, Windthorst, Texas, kehilangan putra mereka Gary saat konflik memuncak di Irak pasca invasi.

Johnston menyatakan yakin, bangsa Amerika tidak akan pernah melupakan pengorbanan orang seperti putranya.

"Mungkin Washington akan lupa. Mungkin San Fransico, California akan lupa, tapi orang di jantung Amerika ini akan mengenang, sebab mereka orang-orang yang mengirim putra dan putri mereka ke negara yang jauh dan mengirimkan mereka selama bertahun-tahun lamanya," kata Jonston.

Sementara itu, seorang serdadu Amerika, Benjamin Corbett, yang tengah menjalani tugas militer di Irak, memiliki pandangan lain mengenai keterlibatan militer Amerika di sana.

"Tentu akan sangat bagus jika Irak menjadi negara demokrasi, dan demokrasi menjadi kekuatan di Timur Tenga. Itu akan membuat waktu saya di sini terasa berguna," kata Corbett.

Penarikan pasukan tempur Amerika dari kota-kota Irak ke basis mereka di luar kota adalah bagian dari janji Presiden Barack Obama.

Langkah ini dinilai banyak pihak merupakan langkah penting untuk menyelesaikan konflik di Irak pasca invasi, kata Hamdan Bashar.

Kebijakan invasi militer terhadap Irak, yang digulirkan pemerintah presiden Bush , menjadi salah satu sumber ketegangan dalam hubungan Amerika Serikat dan Timur Tengah, dan juga dunia muslim.

Rekonsiliasik

Di luar Irak, perkembangan di Irak dilihat dengan sudut pandang lain. Wartawan Mustafa Abdurrahman, yang meliput Timur Tengah dari basisnya ibukota Mesir, Kairo, negara Arab kini melihat penarikan tentara AS dari kota-kota Irak sebagai perkembangan "positif".

Rezim Saddam Hussein tumbang akibat invasi militer tahun 2003
Rezim Saddam Hussein tumbang menyusul invasi militer tahun 2003

Meski demikian, menurut Mustafa, Dunia Arab menghendaki, rekonsiliasi juga berlangsung antar faksi-faksi di Irak, untuk mencegah kemungkinan perang saudara pecah di sana dan meluber ke negara-negara tetangganya

Invasi terhadap Irak menjadi bahan polemik sengit di banyak negara, termasuk Amerika dan Inggris, yang menjadi tulang punggung pasukan koalisi yang menyerbu Irak tahun 2003.

Di Inggris, pemerintah akhirnya memberikan lampu hijau untuk menggelar penyelidikan publik mengenai keputusan untuk ikut mengerahkan mesin perang ke Irak.

Di Irak sendiri, invasi itu akan mewariskan perbedaan persepsi yang tajam jauh setelah invasi, kata analis politik Hamdan Bashar.

Bagi sebagian warga Irak, invasi mengantar mereka bebas dari pemerintahan otoriter Saddam Hussein. Sedangkan, sebagian lagi memandang invasi menimbulkan penderitaan lain, termasuk gelombang tindak kekerasan yang menelan banyak korban jiwa.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy