|
Ketegangan nuklir Iran berlanjut
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Dengan terpilihnya kembali Mahmoud Ahmadinejad sebagai presiden Iran --terlepas dari maraknya aksi unjuk rasa-- maka ketegangan
dengan Dunia Barat sehubungan dengan program nuklir akan berlanjut pula.
Gaya kepemimpinan President Ahmadinejad dalam periode kedua tampaknya akan kembali berupa konfrontasi, sama seperti yang diperlihatkannya pada masa jabatan pertama. Satu-satunya harapan --walau jelas bukan perkiraan-- adalah dia mungkin merasa sudah saatnya untuk menempuh kompromi. Walau meraih kemenangan mutlak dalam pemilihan presiden, masa kampanye dan kekerasan paska pengumuman hasil memperlihatkan banyak juga warga Iran yang tidak mendukung kebijakannya. Namun kekerasan yang terjadi di Teheran oleh para pendukung calon reformis, Mir Hossein Mousavi, bisa jadi justru mendorong Ahmadinejad untuk mengambil garis yang lebih keras lagi dalam progam nuklir, sebagai upaya dalam menggalang dukungan. Pengayaan uranium
Sebenarnya pemerintah negara-negara Barat menyadari bahwa Mir Hossein Mousavi tidak akan langsung menghentikan program pengayaan uranium jika dia memang terpilih sebagai presiden. Mousavi dikenal sebagai pemimpin yang juga mendukung pengayaan uranium dan kebijakan dalam program nuklir Iran sebenarnya ditetapkan oleh pemimpin Dewan Majelis Agung Ayatullah Khamenei. Bagaimanapun ada harapan kalau seandainya Mousavi terpilih maka akan terjadi perubahan dalam nada perdebatan yang bisa mengurangi ketegangan. Itu berarti bahwa peluang untuk mencapai sebuah kompromi jadi memungkinkan. Sekaligus pula bisa menjadi akhir dari sikap Mahmoud Ahmadinejad yang mempertanyakan holokos dan menginginkan musnahnya negara Israel. Walau para pendukung Ahmadinejad mengatakan yang dimaksud dengan musnahnya Israel adalah secara politis, namun Israel menganggap pernyataan itu sebagai hal yang mengkuatirkan, apalagi jika dipadu dengan teknologi pengayaan uranium Iran. Israel amat kuatir kalau Republik Islam Iran pada suatu saat kelak akan membangun senjata nuklir dan mengharapkan agar diberlakukan sanksi barru atas Iran untuk mencegah hal tersebut. Menghalangi Iran
Pemerintah Teheran sudah berulang kali menegaskan bahwa program nuklirnya adalah semata-mata untuk tujuan damai. Mereka mengatakan pengayaan uranium hanya pada kadar untuk pembangkit tenaga nuklir dan bukan kadar yang lebih tinggi yang diperlukan untuk senjata nuklir. Bagi Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, keinginan politik Irak bukan menjadi masalah utama tapi kemampuan teknologi nuklirnya. Netanyahu menginginkan agar Iran dihalangi dalam mendapatkan teknologi yang bisa menciptakan senjata nuklir. Petunjuk pertama dari ketegangan sehubungan dengan program nuklir ini adalah tanggapan Iran atas tawaran yang diajukan oleh Presiden Barack Obama. Kalaupun Presiden Ahmadijenad --pada masa jabatan keduanya-- bersedia menerima tawaran perundingan, tetap saja ada kekuatiran dia akan menggunakan kesempatan itu untuk mengatakan kepada Amerika Serikat agar mengubah kebijakan terhadap Iran. Perundingan bisa jadi tidak akan digunakan sebagai peluang untuk memecahkan persoalan dalam hal program nuklir. Belum ada tanda Pengayaan uranium merupakan hal yang melekat dalam kebijakan Iran sehingga amat sulit untuk melihat Ahmadinejad akan menghentikannya. Hal itu sudah menjadi semacam totem dalam harkat bangsa Iran dan bagi presiden Iran menjadi salah satu sumber kekuasaan politik. Iran sudah mendapat tawaran berupa paket perdagangan dan imbalan keuangan jika menunda seluruh proses pengayaan uranium, walau Presiden Ahmadinejad dan Dewan Majelis Agung Iran belum menanggapi secara resmi. Dengan terpilihnya kembali Ahmadijenad, tawaran itu memang masih tetap berada di atas meja akan tetapi belum terlihat tanda-tanda dari Ahmadinejad untuk melangkah ke arah penyelesaian masalah. Dan sejauh ini --berdasarkan kebijakan Ahmadinejad sebelumnya-- maka program nuklir Iran akan tetap menjadi sumber ketegangan antara Teheran dan negara-negara Barat lainnya. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||