BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 06 Mei, 2009 - Published 14:55 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Rapor pertama Presiden Obama
 

 
 
Presiden AS Barack H Obama

Mengapa Presiden Barack Obama dinilai menunjukkan kinerja yang bagus dalam 100 hari pertamanya di Gedung Putih?

Pertanyaan ini mengemuka, sementara Obama harus menangani tugas berat untuk memimpin Amerika yang tengah menghadapi krisis ekonomi sangat parah, sementara kebijakan stimulus ekonominya dikecam keras sebagian kalangan.

Barack H Obama mengucapkan sumpah kepresidenan 20 Januari lalu.

Bagi Obama, Amerika dalam 100 hari pertamanya mengisi kursi presiden telah mencapai kemajuan, termasuk upaya mengentas ekonomi dari resesi. Namun, dia memperingatkan pekerjaan berat menunggu di depan sebelum Amerika pulih.

"Kini setelah 100 hari, saya senang dengan kemajuan yang kita telah capai, tapi saya belum puas," kata Obama.

 Saya optimistis dengan masa depan, tapi saya tidak puas dengan masa kini
 
Barack H Obama
Presiden Amerika Serikat

"Saya optimistis dengan masa depan, tapi saya tidak puas dengan masa kini," lanjut Obama.

Masa pemerintahan Barack Obama sering dibandingkan dengan zaman Presiden Franklin Roosevelt yang mulai berkuasa pertengahan tahun 1930-an.

Roosevelt berkuasa saat dunia mengalami kelesuan ekonomi dan juga perang dunia.

Dialah presiden yang menggulirkan gagasan 100 hari pertama sebagai ukuran kinerja seorang presiden Amerika, kata Irawan Nugroho, wartawan Indonesia, yang bertugas di Washington DC sejak pertengahan 1990-an.

Solidaritas publik

Menurut Irawan Nugroho, hasil jajak pendapat umum bisa menjadi tolok ukur kinerja Obama di mata publik Amerika, termasuk yang disiarkan oleh media yang dinilai berhaluan konservatif.

Presiden Obama bersalaman dengan Presiden Venezuela Hugo Chavez
Presiden Obama bertemu Presiden Venezuela Hugo Chavez

Selain kebijakan ekonomi dan perubahan politik luar negeri, ada beberapa faktor lain yang dinilai membuat Obama masih mendapat nilai positif, bahkan plus di mata publik Amerika.

Setidaknya itulah kesimpulan dosen filsafat Gadis Arivia, yang tengah menjadi pengajar tamu di Catholic University of America, Washington.

Menurut Gadis Arivia, semakin banyak warga Amerika yang menyadari bahwa kesulitan ekonomi yang melilit negara tersebut adalah tinggalan pemerintahan terdahulu, dan Presiden Obama adalah korban.

Dan, pandangan ini memunculkan solidaritas publik dengan Presiden Obama.

"Mereka ingin agar Presiden Obama berhasil, sehingga ekonomi Amerika bisa pulih," kata Gadis.

Tidak sependapat

Meski demikian, tidak semua sependapat bahwa Presiden Barack Obama mendapat rapor bagus untuk masa 100 hari pertama kepemimpinannya.

Banyak warga Amerika menaruh harapan besar di pundak Obama
Banyak warga Amerika menaruh harapan besar di pundak Obama

Bagi sebagian warga lain Amerika, yang dulu tidak memberikan suara kepada memilih Obama sekalipun, memilih untuk memberi waktu lebih panjang kepada sang presiden untuk mengubah keadaan.

"Selama dia meminjam uang dan uang itu untuk tujuan yang baik, dan kami bisa melihat hasilnya, itu membuahkan hasil. Pada akhirnya itulah yang penting," kata seorang ibu di Oklahoma City.

Oklahoma City, di Negara Bagian Oklahoma merupakan tempat kubu konservatif yang paling lantang menolak Obama dalam pemilihan presiden November lalu, tidak sedikit warga justru menganggap Obama telah gagal.

Menurut hemat dosen filsafat Gadis Arivia, penilaian negatif atas kinerja Obama ini mewakil debat publik panjang mengenai berbagai isu, mulai dari penanganan krisis ekonomi hingga politik luar negeri, seperti penutupan kamp Teluk Guantanamo dan penggunaan penyiksaan dalam penanganan tersangka terorisme.

Dan, bagi Presiden Obama sendiri, masa 100 hari pertama barulah masa ujian pertama. Seperti dialami para presiden pendahulunya, masa beberapa bulan ke depan akan menjadi periode lain yang akan menentukan penilaian publik dan media Amerika terhadap kinerja kepresidenan, kata wartawan Irawan Nugroho.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy