http://www.bbc.com/indonesian/

29 Maret, 2009 - Published 14:33 GMT

A Marzuq
Produser BBC Siaran Indonesia

Isu bisnis narkoba di Meksiko

Pemerintah Meksiko tengah bekerja keras untuk bisa menanggulangi perang antar-kartel obat bius di wilayahnya.

Pertikaian itu tercatat menelan lebih dari seribu nyawa sejak awal tahun ini.

Dan, pemerintah negara tetangga, Amerika Serikat semakin khawatir atas situasi di Meksiko.

Simak Paket Minggu: isu bisnis narkotika di Meksiko

Setelah berkunjung Mexico City untuk membahas masalah ini dengan rekannya Presiden Felipe Calderon dan Menlu Patricia Espinosa, Menlu Amerika Serikat Hillary Clinton mengatakan: "Kami menyadari perdagangan obat terlarang adalah masalah bersama."

Menlu Clinton mengakui, permintaan akan obat terlarang dan ketidakmampuan Amerika untuk menghentikan penyeludupan senjata ke Meksiko ikut mengobarkan tindak kekerasan di sana.

Jalur Utama

Aparat Amerika yang bertugas di kota El Palso yang berbatasan langsung dengan Wilayah Meksiko tahu benar bahaya perang kartel di seberang.

Agen Joe Romero dari Patroli Perbatasan Amerika Serikat dan para sejawatnya mengawal kawasan yang menjadi jalur utama pengiriman obat terlarang dari Meksiko ke Amerika.

Romero mengatakan, sepanjang orang Amerika membeli, kartel obat terlarang akan terus menjual barang dagangan mereka.

Di penyeberangan perbatasan antara el Paso dengan kota Meksiko di seberangnya, Juarez, setiap kendaraan dan orang yang hendak masuk ke wilayah Amerika diperiksa secara ketat.

Pemerintah Amerika selama menerapkan dua strategi untuk membendung bisnis narkoba dari Meksiko.

Pertama, mencoba mencegah obat terlarang masuk. Kedua, menyediakan uang untuk membekali dan melatih militer Meksiko untuk menghancurkan kartel obat bius.

Namun, masalah perdagangan narkoba kompleks dan tidak bisa dipecahkan di sisi Meksiko saja.

Setidaknya itulah pandangan yang sudah lama disuarakan pihak Meksiko.

Pemerintah Meksiko menuding pemerintah Amerika lalai menghentikan arus persenjataan dan uang hasil bisnis narkoba melewati perbatasan.

Korupsi

Tapi, bagaimana kartel bisnis narkoba bisa berkembang di Meksiko selama ini?

Menurut pengamatan Fitra Ismu Kusuma, yang tengah merampungkan program PhD di Escuela Nacional Antropologia e Historia, Mexico City, kondisi sosial politik Meksiko juga memungkinkan banyak kartel menjadi kuat.

Berikutnya sebagian dana yang mengalir deras dari pasar Amerika, kata Fitra menjadi alat kartel untuk membeli pengaruh, termasuk aparat.

Sedangkan, senjata yang diborong dari Amerika Serikat menjadi sarana maut dalam pertarungan antara kartel obat bius atau narco.

Aparat Meksiko sekarang kewalahan untuk bisa membendung mereka dengan cepat.

Kepala bidang penerangan, sosial, budaya pada KBRI di Mexico City, Nugroho Purniawan mengatakan, isu integritas aparat dimanfaatkan benar oleh para gembong narkoba.

Menurut Nugroho, pemerintah federal Meksiko sebenarnya memiliki kapasitas untuk mengatasi kartel obat bius yang beroperasi di dalam wilayahnya.

Di luar Meksiko, Amerika didesak oleh berbagai kalangan untuk berbuat lebih banyak untuk ikut membendung perdagangan narkoba di sisi permintaan.

Komisi Keamanan Dalam Negeri Senat Amerika, Senator (Republik) John McCain mengingatkan soal peran konsumen dalam membesarkan perdagangan obat terlarang.

"Kita di Amerika Serikat, mungkin rahasia kecil yang kotor bagi kita adalah antara 10 miliar hingga 16 miliar dollar dihabiskan oleh orang Amerika untuk membeli obat terlarang dan itu menciptakan permintaan demi permintaan," kata Senator Mc Cain.

Pengamat sosial Fitra Ismu Kusuma mengatakan, bantuan Amerika senilai 400 juta dollar per tahun kepada Mesiko untuk memerangi kartel obat bius dinilai oleh beberapa senator Meksiko jauh lebih kecil jika dengan omzet bisnis narkoba yang mencapai $25 miliar per tahun.