BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 20 Januari, 2009 - Published 10:44 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Perubahan pasca suksesi Kuba
 
Fidel Castro tampil di Havana Kuba pada awal 1959
Raul Castro (kanan) menggantikan Fidel Castro awal tahun 2008
Presiden Raul Castro memekikkan yel-yel revolusi pada hari warganya merayakan genap 50 tahun yang dimotori pendahulunya Fidel Castro dan para kameradnya. Ulang tahun emas Revolusi Kuba yang tiba selepas pergantian tahun, berlalu tanpa perhelatan istimewa.

Presiden Raul juga mengajak warganya tetap teguh dengan nilai-nilai revolusi, meski negara menghadapi masa-masa berat.

Selain masih menghadapi embargo oleh negara besar tetangganya, yang sekaligus musuh bebuyutan, Amerika Serikat, bangsa Kuba baru saja lolos dari tiga badai dahsyat, yang meluluhlantakkan sektor pertanian dan perkebunan.

Meski demikian, Konselor politik Dewi Kejora dari Kedubes RI di Havana mengatakan, dampak badai dahsyat itu seperti tidak tidak terlihat lagi saat perayaan ulang tahun revolusi.

Reformasi

Raul menerima estafet kepemimpinan dari saudaranya, Fidel Castro kurang dari satu tahun lalu.

Poster Castro tampil di Havana Kuba pada awal 1959
Poster Castro tampil di Havana Kuba pada awal 1959

Di posisinya baru, Raul menggulirkan melonggarkan beberapa kebijakan lama, yang langsung menyentuh kegiatan sehari-hari warga Kuba.

Sebagian warga ibukota, Havana memuji langkah untuk mengeluarkan izin operasi taksi swasta pertengahan bulan Januari.

Kebijakan ini bagian dari reformasi ekonomi yang digulirkan oleh Presiden Raul Castro. Menurut pengamatan Dewi Kejora, banyak perubahan terjadi di Kuba dalam masa kurang dari satu terakhir.

Arus perubahan yang tengah melewati Kuba, seperti yang digambarkan Dewi Kejora dari KBRI Havana, mengingatkan orang akan jalur reformasi yang pernah ditempuh beberapa negara berhaluan sosialis dan komunis lain.

Misalnya, gagasan reformasi Deng Xiaoping di Cina, kata Bismo Gondokusumo, ekonom asal Indonesia yang lama bekerja di bekas Blok Timur.

Skenario lepasnya dominasi dari tangan Partai Komunis, seperti yang diulas ekonom Bismo Gondokusumo, tampaknya bukan opsi bagi para pemimpin Kuba pasca Fidel Castro.

Meski demikian, mereka memang telah membuka pintu semakin lebar bagi dunia luar, termasuk arus modal dan wisatawan asing, kata Konselor Dewi Kejora.

 
 
Genap 50 tahun revolusi Kuba
01 Januari, 2009 | Berita Foto
Kuba kenang 50 tahun revolusi
01 Januari, 2009 | Berita Dunia
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy