|
Kehidupan di Cina lebih baik
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Sebuah laporan PBB Tentang Cina menyebutkan kehidupan warga Cina meningkat pesat dalam waktu 30 tahun belakangan.
Kemiskinan menurun, tingkat melek huruf di kalangan orang dewasa meningkat, dan orang Cina kini mempunyai masa hidup rata-rata yang lebih panjang. Namun, seperti ditulis dalam laporan tersebut, kemajuan ekonomi yang pesat telah menimbulkan masalah-masalah baru, anara lain kesenjangan antara kelompok kaya dan miskin. Laporan yang diterbitkan UNDP itu mengatakan diperlukan tindakan yang mendesak untuk mengatasi kesenjangan ekonomi di Cina. Dengan judul 'Basic Public Services for 1.3 Billion People' laporan itu diumumkan hanya beberapa pekan sebelum Cina merayakan 30 tahun reformasi ekonominya. Sepanjang masa itu, pemerintah Cina mulai mengurangi perencanaan ekonomi terpusat dan membuka diri pada pasar bebas. Dan kini Cina merupakan salah satu kekuatan ekonomi baru di dunia, walaupun krisis keuangan saat ini ikut memukul industri di Cina. Bagaimanapun perekonomian Cina diperkirakan masih akan tetap tumbuh, dengan laju yang relatif lebih lamban dibanding tahun-tahun sebelumnya. Prestasi mengesankan
Reformasi ekonomi, yang diawali oleh Deng Xiaoping, telah membawa hasil-hasil yang mengesankan, seperti tertulis dalam laporan UNDP tersebut. "Kecepatannya, lingkupnya, dan kekuatannya termasuk dalam beberapa pencapaian yang paling mengesankan dalam sejarah pembangunan manusia," tulis perwakilan PBB di Cina, Khalid Malik, dalam laporan itu. Laporan UNDP memaparkan bahwa antara tahun 1978 hingga 2007, kemiskinan di kawasan pedesaan Cina turun dari 30,&% menjadi hanya 1,6%. Bagaimanapun masalah baru muncul karena tidak semua orang menerima hasil yang sama dari pertumbuhan ekonomi tersebut. Kawasan pedesaan tertinggal dibanding kawasan perkotaan, sementara pantai Timur lebih makmur dibanding wilayah pedalaman, dan juga tercatat jurang kesenjangan ekonomi antara kelompok-kelompok sosial. Murid sekolah di kota perdagangan yang makmur, Shanghai, misalnya, mendapatkan dana 10 kali lebih tinggi daripada beberapa murid di pedesaan. Sistem pendaftaran
Menurut UNDP salah satu masalah dalam sistem di Cina adalah persyaratan bagi semua warga untuk terdaftar di satu tempat tertentu. Dan warga mendapat tunjangan sosial di tempat mereka terdaftar sehingga akan menghadapi kesulitan jika mereka berpindah tempat. Masalah ini amat terasa ketika jutaan penduduk pedesaan pindah ke kota untuk mendapatkan pekerjaan, dan di tempat kerjanya mereka tidak mendapat dukungan sosial. Banyak para pekerja migran yang hidup dengan tingkat yang amat sederhana karena ingin berhemat sebesar-besarnya agar semakin
besar penghasilan Para pemimpin Cina dilaporkan sudah menyadari kelemahan dari sistem ini dan sudah membahas jalan keluarnya. Laporan UNDP juga menyebutkan bahwa pemerintah Cina kini mempunyai dana yang besar untuk mengatasi masakah tersebut. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||