|
Kisah politisi mantan tawanan perang
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Kalau pengabdian kepada negara diukur dengan kemauan mempertaruhkan jiwa raga, keluarga John McCain pasti akan mendapat nilai
tinggi.
Sebagai pilot angkatan laut, John McCain ditembak jatuh pada tahun 1967 ketika melakukan pemboman di atas kota Hanoi dengan pesawat A-4 Skyhawk. Dia kemudian ditahan dan disiksa selama lima tahun di penjara yang dijuluki Hanoi Hilton. John McCain berasal dari keluarga militer.
Ayah dan kakeknya, yang juga bernama John McCain adalah laksamana dalam dinas ketentaraan Amerika. Kakeknya seorang laksamana angkatan laut dalam perang dunia ke II, sedangkan ayahnya menjadi laksamana pada zaman perang Vietnam. Tiga putra Senator John McCain, Jack, Jimmy dan Douglas meneruskan tradisi keluarga McCain masuk dalam dinas ketentaraan. Terjun ke politik John McCain meninggalkan dinas ketentaraan pada tahun 1981 dan masuk ke gelanggang politik, ketika itu usianya sudah 45 tahun.
Setahun kemudian dia terpilih menjadi anggota Kongres dari negara bagian Arizona. Pada waktu itu dia sudah menikah dengan istri ke duanya, Cindy, putri seorang distributor bir yang kaya raya. John McCain menjadi anggota House of Representatives atau DPR di Kongres selama dua periode. Pada tahun 1986 dia terpilih menjadi anggota majlis Kongres yang satunya lagi yaitu Senat. Dia menggantikan Senator berhaluan konservatif terkemuka, Barry Goldwater, sebagai salah satu senator dari Arizona. Sebagai senator dari Partai Republik, John McCain mempunyai citra sebagai seorang maverick, seorang politisi yang mau bersikap berbeda dengan sebagian besar anggota partainya. Politisi Maverick Sebagai senator yang partainya banyak mengandalkan sumbangan dari bisnis besar, Senator McCain bekerjasama dengan seorang senator dari Partai Demokrat, Russ Feingold untuk mensponsori Undang-Undang yang membatasi sumbangan dana kampanye dari lembaga-lembaga besar.
Ketika mayoritas politisi Partai Republik masih meragukan adanya pemanasan global, John McCain sudah berbicara tentang langkah-langkah untuk membatasi emisi CO2. John McCain juga tidak segan-segan membuat marah golongan Kristen Evangelis yang sangat berpengaruh di Partai Republik. Ketika berkampanye untuk menjadi calon presiden dari Partai Republik pada tahun 2000, dia menyebut dua pendeta terkenal, Jerry Falwell dan Pat Robertson sebagai agen intoleransi. Persepsi bahwa dia anti golongan Kristen kanan membuat kalangan Evangelis menyambutnya dengan dingin, baru setelah dia menunjuk Sarah Palin sebagai calon wakil presiden, sayap Evangelis dari Partai Republik memobilisir diri di bawah bendera McCain. Seperti halnya sebagian besar politisi Amerika, John McCain mendukung sikap Presiden Bush memerangi Irak, tetapi berbeda dengan banyak politisi yang kemudian berbalik sikap, McCain justru menyerukan penambahan pasukan besar-besaran. Kebijakan yang berperan dalam meredakan tingkat kekerasan di Irak. |
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||