BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 21 Oktober, 2008 - Published 08:01 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Sengketa panjang dua tetangga
 

 
 
Preah Vihear berada tak jauh dari perbatasan Thailand-Kamboja
Preah Vihear berada tak jauh dari perbatasan Thailand-Kamboja
Candi Preah Vihear di perbatasan Thailand dan Kamboja pekan ini menjadi perhatian media dunia, setelah kedua negara bertetangga itu terlibat dalam bentrokan bersenjata singkat.

Thailand dan Kamboja pernah sama-sama memiliki kompleks candi tersebut.

Meski Mahkamah International pada tahun 1962 telah menyatakan Kamboja pemilik syah candi itu, tapi sengketa wilayah itu tampaknya belum tuntas benar.

Candi Preah Vihear di perbatasan Kamboja-Thailand memang belum sepopuler Candi Angkor Watt.

Namun, Preah Vihear dinilai memiliki nilai sejarah yang tidak kalah pentingnya bagi peradaban dunia. Dan, ini sebagian alasan PBB memasukkan candi tersebut ke dalam World Heritage Site atau Situs Warisan Dunia UNESCO, setara dengan Angkor Watt dan Candi Borobudur.

Persaingan

Neng Vannak, seorang warga Kamboja, yang pernah belajar ilmu politik di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, mengatakan candi tersebut memiliki arti sangat penting bangsa Kamboja, sebagai "identitas" nasional.

Sengketa soal kepemilikan kawasan Preah Viehar sudah berlangsung beberapa dasawarsa.

Peta lokasi Preah Vihear

Banyak pengamat berkeyakinan, perselisihan itu tidak lepas dari persaingan antara Kerajaan Khmer, yang dulu pernah berjaya di Kamboja, dengan tetangganya, Kerajaan Thailand, yang masih berdiri hingga saat ini.

Thailand beberapa kali menyerbu Kamboja, dan gempuran-gempuran militer itu ikut menyebabkan Kerajaan Khmer runtuh, dan Kamboja pun jatuh ke tangan kolonial Prancis pada abad ke-19.

Saat Perang Dunia Kedua berkecamuk, Thailand menduduki belahan barat Kamboja, termasuk situs kompleks Candi Angkor Watt.

Pada tahun 1962, Mahkamah Internasional, yang diistilah Onanong Thippimol sebagai hakim dunia tadi, memang telah menyatakan Kamboja sebagai pemilik situs candi Preah Vihear.

Dan, tahun ini, PBB memasukkan Preah Vihear ke dalam daftar situs UNESCO World Heritage. Menlu Thailand saat itu memberikan dukungan atas langkah tersebut. Namun, dia kemudian terpaksa mengundurkan diri terkait dengan kebijakan tersebut.

Politik internal

Sejarawan Onanong Thippimol dari Universitas Thammasat, Bangkok mengatakan, pemerintah Thailand belakangan mendapat tekanan dari kubu nasionalis, yang menuduhnya terlunak lunak terhadap Kamboja di masa lalu.

Sengketa merebak sementara Bangkok dilanda krisis politik
Sengketa merebak sementara Bangkok dilanda krisis politik

Menurut pandangan Onanong, mencuatnya kembali sengketa kepemilikan candi Preah Vihear di sisi Thailand tidak terlepas dari konfrontasi politik internal di Bangkok.

Seperti dijelaskan sejarawan Onanong Thippimol, banyak warga Thailand menyikapi sengketa Candi Preah Vihea menurut afiliasi politik mereka masing-masing di tengah krisis politik internal.

Di satu sisi, ada kubu PAD dan kubu lain yang pro-pemerintah yang berkuasa saat ini.

Sebaliknya, pemerintah, masyarakat dan media Kamboja menunjukkan pandangan yang lebih padu soal hak mereka atas Candi Preah Viehar. Itulah setidaknya yang teramati oleh Neng Vannak dari ibukota Kamboja, Phnom Penh.

Perdana Menteri Kamboja Hun Sen sempat mengancamkan akan mengubah Preah Vihear menjadi 'zona maut' saat perselisihan memanas pertengahan bulan Oktober ini. Namun, Kamboja dan Thailand kemudian sama-sama berusaha memperlunak bahasa mereka.

Terlepas dari retorika nasionalisme, menurut Neng Vannak, ada faktor lain yang membuat bangsa Kamboja kini lebih bersemangat untuk menegaskan hak kepemilikannya atas Candi Preah Vihear.

PBB telah memasukkan situs kuno tersebut World Heritage Site pertengahan tahun ini. Dan, itu berarti situs itu berpotensi menarik arus wisatawan dan tentu saja aliran dollar, kata Neng Vannak.

Situs candi kuno, Phreah Viehar, bisa menjadi tambang dollar dari turisme, seperti dikatakan Neng Vannak.

Namun, wisatawan mungkin akan urung masuk bersama dollar mereka, jika perselisihan Thailand dan Kamboja merebak tak terkendali.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy