BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 01 Juli, 2008 - Published 08:42 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Bahasa Indonesia 'diminati'
 

 
 
Thailand menjadi salah satu tujuan wisata warga Indonesia
Thailand menjadi salah satu tujuan wisata warga Indonesia
Bahasa Indonesia semakin diminati publik Thailand, demikian kata seorang diplomat Indonesia.

Pernyataan semacam ini tidaklah mudah dikukuhkan, mengingat tidak ada statistik resmi mengenai jumlah warga Thailand yang belajar bahasa Indonesia dari tahun ke tahun.

Namun, bertambahnya perguruan tinggi Thailand yang menawarkan pengajaran bahasa Indonesia mungkin bisa menjadi salah satu indikator, kata Prof Dr Didik Sulistyanto, atase pendidikan dan kebudayaan pada KBRI Bangkok.

Di dunia akademik, bahasa Indonesia mulai dilirik oleh kalangan dosen dan peneliti ilmu sosial setidaknya sejak pertengahan akhir tahun 1970-an.

Seorang dosen senior ilmu politik Wittaya Sucharitanarugsa dari Chulalongkorn University, Bangkok, menuturkan, dia terlebih dahulu belajar bahasa Indonesia secara intensif di Australia sebelum meneliti Indonesia.

Belakangan dia juga bermukim di Salatiga, Jawa Tengah, selama sekitar setahun.

Pemandu wisata

Di luar dunia akademik yang ditekuni Wittaya, meningkatnya minat belajar bahasa Indonesia ini menciptakan peluang kerja bagi beberapa warga Thailand. Salah seorang dari mereka adalah Chaisak Promyong.

Peta lokasi Thailand

Chaisak mengatakan, sebagian orang Thailand yang belajar bahasa Indonesia kelompok pemandu wisata, dan pedagang batu berharga.

Di samping itu, diplomat dan tenaga profesional yang hendak dikirim ke Indonesia juga diminta instansi masing-masing belajar bahasa Indonesia tingkat dasar.

Chaisak Promyong mengatakan, dia menghadapi kesulitan untuk mendapatkan sarana dan media untuk mengasah kemahiran berbahasa Indonesia-nya, khususnya yang sesuai dengan keperluan lokal.

Menurut Atase Pendidikan Didik Sulistiyanto, pemerintah Indonesia menempuh beberapa langkah untuk mengatasi kekurang guru dan pengajar, termasuk dengan menyiapkan pelatihan untuk guru dan menerbitkan media pembelajaran bahasa Indonesia.

Dan, soal apakah soft diplomacy itu akan berhasil, Didik Sulistyanto dari KBRI Bangkok mengatakan, salah satu ukurannya adalah jumlah warga Thailand yang ikut lomba pidato pertama dalam bahasa Indonesia, khusus bagi warga setempat.

Dan, minat publik Thailand mungkin bisa menjadi inspirasi dalam upaya memanfaatkan bahasa sebagai medium komunikasi dan diplomasi antarbangsa setidaknya di lingkungan ASEAN.

 
 
Nama
Kota/Negara
Email
Komentar anda
 
  
BBC mungkin mengedit komentar anda dan tidak menjamin semua akan diterbitkan
 
Link luar
BBC tidak bertanggung-jawab atas isi situs luar
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy